Banjir Rendam Desa Lembang-lembang Luwu Utara, Aktivitas Warga Lumpuh
Akibatnya, air mengalir deras ke permukiman warga dan merendam hampir seluruh wilayah desa.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Sudirman
"Tidak ada lagi akses jalan yang bisa dilalui kendaraan motor maupun mobil. Semua harus menggunakan perahu," ungkap Arwis.
Ia mendesak pemerintah daerah dan Balai Wilayah Sungai (BWS) segera melakukan penanganan darurat terhadap tanggul yang jebol agar banjir tidak terus meluas.
"Kami berharap pemerintah kecamatan, kabupaten, provinsi hingga Balai Besar Wilayah Sungai segera mengambil langkah untuk mengatasi penyebab utama meluapnya air ke permukiman," tuturnya.
Salah seorang warga, Andri mengaku memilih bertahan di rumahnya karena ingin menjaga harta benda miliknya.
"Masih bertahan, sekaligus jaga barang-barang ku. Berharap semoga surut cepat air," akunya.
Ia meminta agar pemerintah daerah dan Balai Sungai bisa mempercepat proses perbaikan tanggul yang jebol.
Sebab jebolnya tanggul di Desa Beringin Jaya memperparah kondisi banjir.
"Semoga cepat diperbaiki tanggul yang jebol. Agar aktivitas masyarakat kembali normal," tandasnya.
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana
| Kemenham Sulsel dan Pemkab Luwu Utara Perkuat Regulasi Daerah Berperspektif HAM |
|
|---|
| Malangke Masih Terendam |
|
|---|
| Sudah Dua Bulan Warga di Malangke Lutra Hidup dalam Kepungan Air |
|
|---|
| Petani di Luwu Utara Beralih jadi Buruh Sawit Karena Banjir |
|
|---|
| Curhat Petani Malangke Luwu Utara, 4 Hektare Jagung Gagal Panen karena Banjir Tak Surut 2 Bulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-06-13-Seorang-warga-menaiki-perahu-saat-banjir-merendam-Desa-Lembang-Lembang.jpg)