Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Lutra

Malangke Masih Terendam

Karung-karung itu diisi pasir halus dengan harapan mampu menahan laju air agar tidak masuk ke dalam rumah.

Tayang:
Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
BANJIR LUTRA - Kepala Dusun Karya Baru, Nurul Suprayatin, menunjuk tanaman jagung milik warga yang rusak akibat terendam banjir. Nurul menyatakan sekira 12 hektar lahan pertanian dan perkebunan di dusunnya terendam selama dua bulan terakhir sehingga menyebabkan gagal panen. / Muh Sauki Maulana 

*Sudah 2 Bulan 1.400 Warga Luwu Utara Bertahan di Tengah Banjir

TRIBUN-TIMUR.COM - Sudah dua bulan banjir merendam Desa Malangke, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah keluarga dan kerabat yang lebih aman.

Namun tidak sedikit yang tetap bertahan di rumah meski dikepung genangan air.

Mereka berupaya melindungi rumah dengan cara seadanya.

Di depan pintu rumah, warga menyusun tanggul sederhana menggunakan karung bekas pupuk berukuran 50 kilogram.

Karung-karung itu diisi pasir halus dengan harapan mampu menahan laju air agar tidak masuk ke dalam rumah.

Sekretaris Desa Malangke, Linda (39), mengatakan banjir kali ini hanyalah satu dari rentetan bencana serupa yang terus berulang dalam beberapa tahun terakhir.

"Kalau banjir memang hampir tiap tahun. Tahun lalu hampir satu tahun. Surut sebentar, kemudian banjir lagi," katanya, Sabtu (6/6/2026).

Empat dusun di Desa Malangke terdampak seluruhnya.

Masing-masing Dusun Babana Kawali, Dusun Malangke, Dusun Karya Baru, dan Dusun Birue.

Sekira 300 rumah terendam banjir.

BANJIR LUTRA - Seorang anak di Desa Malangke, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, sedang bermain menggunakan jerigen berwarna biru di depan rumahnya, Sabtu (6/6/2026). Sudah hampir dua bulan lebih, banjir belum juga surut di desa tersebut. 
BANJIR LUTRA - Seorang anak di Desa Malangke, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, sedang bermain menggunakan jerigen berwarna biru di depan rumahnya, Sabtu (6/6/2026). Sudah hampir dua bulan lebih, banjir belum juga surut di desa tersebut.  (Tribun-timur.com/MUH SAUKI)

Ketinggian air bervariasi, mulai satu hingga dua meter.

Sedikitnya 1.400 jiwa terdampak dan harus menjalani hari-hari mereka di tengah genangan.

Dusun Karya Baru menjadi wilayah paling parah.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved