Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Proyek Preservasi Jalan 141 Km Menuju Seko Lutra Dimulai, Anggaran Rp68 Miliar Cair

Saat ini perjalanan ke Kecamatan Seko harus melalui jalan berkubang lumpur, tanah becek, berbatu hingga meniti jembatan kayu.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
Istimewa/Dinas BMBK
JALAN SEKO - Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim (Kedua dari kiri), Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel Andi Ihsan (kedua dari Kanan) saat memulai proyek pembangunan jalan ke Seko di Kecamatan Rongkong, Luwu Utara pada Minggu (26/4/2026). Total panjang preservasi jalan 141 Km 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUTRA - Pembangunan jalan ruas Sabbang-Tallang dan Tallang-Sae yang terletak di Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara dimulai Minggu (26/4/2026).

Ruas jalan menuju Seko tersebut akan mendapatkan penanganan preservasi sepanjang kurang lebih 141 kilometer. 

Kecamatan Seko merupakan salah satu 

wilayah terpencil di Sulsel.

Berjarak 550 kilometer dari Kota Makassar, Sulsel, akses ke Seko begitu ekstrem.

Perjalanan ke Kecamatan Seko harus melalui jalan berkubang lumpur, tanah becek, berbatu hingga meniti jembatan kayu.

Kendaraan roda empat hanya bisa mencapai Dusun Paladoan. Setelah itu, harus melalui kendaraan roda dua.

Proyek ini hasil patungan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

Sebanyak Rp 48 Miliar alokasi dari KemenPU.

Baca juga: DIhadapan Warga Galesong Takalar, Lukman B Kady: Insyaallah 2027 Jalan di Sini Mulus!

Sedangkan Pemprov Sulsel sebanyak Rp 20 Miliar.

Groundbreaking dihadiri oleh Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, jajaran Forkopimda Lutra, para Camat, Kepala Desa hingga tokoh masyarakat setempat yang turut menyaksikan prosesi peresmian pengerjaan jalan.

“Kita melakukan groundbreaking pembangunan jalan ruas Sabbang-Tallang dan Tallang-Sae di Kecamatan Rongkong,” ujar Andi Sudirman.

Pembangunan infrastruktur ini sangat penting untuk menunjang mobilitas barang dan jasa masyarakat sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah pegunungan Luwu Utara.

Pengerjaan jalan tidak berhenti pada tahap ini.

Pemerintah pusat melalui Kementerian PU  dan Provinsi telah merencanakan kelanjutan pembangunan pada tahun 2027 mendatang.

Kepala Dinas BMBK Sulsel Andi Ihsan akses menyebut Seko perlu perhatian khusus.

Sebab telah bertahun-tahun rusak, dengan topografi wilayah berbeda dari umumnya.

"Pengaspalan itu disana. Karena disana itu perlakuan khusus," kata Andi Ihsan

Perhatian ini pun diharapkan mampu membantu aksesibilitas warga Seko, Lutra.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved