Hari Guru
Hari Guru Nasional, Abdul Muis: Generasi Muda Butuh Bimbingan Nilai Moral, Bukan Hanya Teknologi
Apalagi tantangan terbesar pendidikan hari ini bukan hanya teknologi, tetapi pergeseran nilai di kalangan generasi muda.
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Hari Guru Nasional 2025 menjadi momen bagi guru menyampaikan harapan dan tantangan mereka.
- Abdul Muis, guru SMAN 1 Luwu Utara, menekankan pentingnya solidaritas antaranggota PGRI untuk menunjukkan kekuatan profesi.
- Ia juga menyoroti perubahan nilai sosial di generasi muda sebagai tantangan utama pendidikan saat ini.
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU UTARA - Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) menjadi ruang para pendidik menyuarakan harapan dan kegelisahan mereka.
Guru SMAN 1 Luwu Utara, Abdul Muis, menegaskan pentingnya solidaritas di kalangan guru.
Apalagi tantangan terbesar pendidikan hari ini bukan hanya teknologi, tetapi pergeseran nilai di kalangan generasi muda.
Hal itu disampaikan Abdul Muis lewat pesan WhatsApp (WA) ke Tribun Timur, Selasa (25/11/2025).
Reporter Tribun Timur di Palopo sempat menghubungi Abdul Muis lewat telepon WhatsApp (WA).
Baca juga: Comeback Usai Ditahan Kasus Komite SMAN 1 Lutra, Rasnal Akan Kembali Jabat Kepala SMAN 3 Luwu Utara
Abdul Muis menjawab telepon WA Tribun Timur.
Namun suara Abdul Muis tak terdengar dari sambungan telepon, sehingga mengirimkan pesan WA.
"Solidaritas sesama anggota PGRI memberi pesan kepada pihak luar bahwa guru itu kuat,” tulis Abdul Muis.
Momen paling berkesan selama menjadi guru adalah saat berinteraksi dengan peserta didik dari berbagai jenjang usia, terutama generasi muda di sekolah.
Menurutnya, mengajar generasi saat ini memiliki tantangan tersendiri.
“Tantangan terbesar adalah adanya pergeseran nilai sosial dan budaya pada generasi muda yang tidak lagi mengedepankan nilai sopan santun. Mereka cenderung berpegang pada nilai hasil sosialisasi media sosial yang belum tentu sejalan dengan norma sosial setempat,” jelasnya.
Abdul Muis berharap orang tua dapat berperan lebih aktif dalam pembentukan karakter anak.
“Peran orang tua sangat diharapkan untuk mengimbangi pembentukan karakter anak. Jangan sampai pendidikan mereka didominasi teknologi digital seperti yang terjadi pada generasi Z pada umumnya," ujarnya.
Nilai moral dan rohaniah jauh lebih penting ditanamkan sejak dini.
Peringatan Hari Guru tahun ini juga menjadi refleksi atas kompleksitas peran pendidik di era digital.
Di tengah derasnya arus informasi, guru dituntut tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing peserta didik memilah informasi yang benar dan bermanfaat.
Tantangan tersebut membuat kompetensi digital guru menjadi salah satu isu penting dalam penguatan kualitas pendidikan.
Laporan Wartawan Kontributor Tribun-Timur: Andi Bunayya Nandini
| Ketua PGRI: Kriminalisasi Guru Bisa Dicegah Lewat Pendekatan Edukasi dan Restorative Justice |
|
|---|
| Sanggar Mappakalebbi SMPN 11 Makassar Persembahkan Tarian Kolosal di Sela Upacara Hari Guru Nasional |
|
|---|
| Chaidir Syam Pastikan Guru Pelosok Maros Dapat Penghargaan Hari Guru |
|
|---|
| Mulai 2026, Tunjangan Guru Honorer di Sulsel Naik Rp100 Ribu |
|
|---|
| Video: 6 Tokoh Masyarakat dan Organisasi di Maros Terima Penghargaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-11-25-Abdul-Muis-Guru-SMAN-1-Luwu-Utara.jpg)