Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Elpiji 3 Kg Tembus Rp50 ribu di Luwu Timur, Pemkab Klaim Ada Permainan di Pengecer

Kenaikan harga tersebut terjadi di tingkat pengecer, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM/Muhammad Nur Alqadri
PANGKALAN ELPIJI - Pantauan salah satu pangkalan Elpiji di Jl. Jendral Sudirman Poros Enrekang-Toraja, Kelurahan Lakawan, Kecamatan Anggeraja, Enrekang, Kamis (6/3/2025). Harga tabung gas melon itu melambung dsri Rp35 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU TIMUR – Harga gas LPG subsidi 3 kilogram di sejumlah wilayah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dilaporkan melambung Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per tabung.

Kenaikan harga tersebut terjadi di tingkat pengecer, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKMP) Luwu Timur, Senfry Oktavianus mengungkapkan, harga LPG 3 kilogram di pangkalan resmi masih sesuai ketentuan.

Untuk wilayah Kecamatan Towuti, Wasuponda, dan Wotu, HET LPG subsidi ditetapkan Rp23 ribu per tabung.

Sementara di Kecamatan Burau, HET berada di angka Rp20 ribu per tabung.

“Kalau di pangkalan, harganya sesuai HET. Yang kami temukan mahal itu di tingkat pengecer,” ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 13.03 Wita siang.

Ia mengaku pernah menemukan LPG 3 kilogram dijual hingga Rp40 ribu per tabung di Kecamatan Malili menjelang Iduladha.

Saat ditelusuri, pengecer mengaku membeli tabung tersebut dengan harga Rp35 ribu sehingga terpaksa menjual lebih mahal.

“Itu pernah saya tegur. Saya bilang jangan menjual karena bukan pangkalan. Karena kalau dijual lagi pasti naik harga. Dia mengaku beli Rp35 ribu karena sudah berpindah tangan beberapa kali,” beber Senfry.

Baca juga: Tembus Rp1 M, Cerita Kerugian Pengusaha Elpiji Usai Kapal Tenggelam di Laut Bulukumba

Tak hanya di Malili, temuan serupa juga terjadi di Kecamatan Wotu.

Bahkan harga LPG subsidi sempat mencapai Rp50 ribu per tabung.

Menurut Senfry, lonjakan harga tersebut dipicu tingginya permintaan masyarakat terhadap LPG 3 kilogram.

Disdagkop menilai kenaikan harga LPG nonsubsidi menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan konsumsi LPG subsidi.

Saat ini harga LPG 12 kilogram mencapai Rp275 ribu per tabung, naik dari sebelumnya sekitar Rp250 ribu.

Sementara LPG 5 kilogram kini berada di kisaran Rp160 ribu per tabung.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved