Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

WNI Diculik Pasukan Israel

Legislator Sulsel Minta Pemerintah Selamatkan Relawan Indonesia yang Ditangkap Israel

Angga berada dalam kapal Josef bersama sejumlah relawan internasional saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
WNI DICULIK ISRAEL - Andi Angga Prasadewa (33) (kiri) dan Asni (kanan). Legislator Partai PAN itu meminta agar pemerintah Indonesia bertindak tegas demi keselamatan WNI yang menjadi korban penculikan.  
Ringkasan Berita:
  • Andi Angga Prasadewa (33), relawan kemanusiaan asal Luwu, dilaporkan ditangkap di perairan internasional dekat Siprus saat menjalankan misi bantuan menuju Gaza bersama rombongan Global Sumud Flotilla 2.0. 
  • Global Peace Convoy Indonesia menyebut lima WNI menjadi korban dalam insiden tersebut.
  • Anggota DPRD Sulsel, Asni, mengecam tindakan Israel terhadap relawan Indonesia yang membawa bantuan kemanusiaan ke Palestina. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Tangis dan kecemasan menyelimuti keluarga Andi Angga Prasadewa (33).

Relawan kemanusiaan asal Kabupaten Luwu dilaporkan ditangkap di perairan internasional dekat Siprus, Mediterania Timur, Israel.

Angga berada dalam kapal Josef bersama sejumlah relawan internasional saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.

Mereka tergabung dalam rombongan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang membawa bantuan bagi warga Palestina.

Kabar penangkapan itu diumumkan oleh Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).

Lima Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan menjadi korban dalam insiden tersebut.

Baca juga: Ibunda Andi Angga Prasadewa Harap Prabowo Turun Tangan: Anak Saya Bawa Kebutuhan untuk Palestina

Salah satu yang ikut dalam misi itu adalah Andi Angga, delegasi GPCI bersama Rumah Zakat.

Anggota DPRD Sulsel Dapil XI, Asni, mengaku prihatin sekaligus mengecam tindakan pasukan Israel terhadap para relawan Indonesia.

“Kami mengecam tindakan yang sangat tidak manusiawi kepada WNI yang sedang menjalankan misi kemanusiaan yang sangat mulia yaitu membawa bantuan ke Gaza, Palestina,” ujar Asni kepada Tribun-Timur.com, Selasa (19/5/2026).

Asni mengungkapkan, Andi Angga dikenal sebagai sosok pemuda dengan jiwa sosial tinggi.

Bahkan, Angga merupakan keponakannya dari jalur sang ibu, Sutrawati Kaharuddin (52).

Menurut legislator PAN itu, para relawan datang bukan untuk kepentingan politik ataupun konflik, melainkan murni membawa misi kemanusiaan demi membantu warga Palestina yang menjadi korban perang berkepanjangan.

“Kehadiran para relawan, termasuk Andi Angga yang juga ponakan saya, semata-mata karena kepedulian terhadap kemanusiaan dan solidaritas untuk saudara-saudara kita di Palestina,” katanya.

Ia pun meminta pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomatik yang tegas dan terukur demi memastikan keselamatan seluruh WNI yang ditahan.

Di tengah kabar penangkapan tersebut, suasana haru menyelimuti rumah keluarga Angga di Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Kota Makassar.

Sang ibu, Sutrawati, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan komunikasi terakhirnya dengan sang anak. Ia mengaku sudah memiliki firasat sebelum kontak dengan Angga mendadak terputus.

Menurut Sutrawati, putranya berangkat dari Turki melalui Marmaris Cruise Port bersama puluhan kapal relawan internasional menuju Gaza.

“Anak saya itu berangkat lewat jalur laut dari Turki. Informasinya ada 56 kapal yang ikut dalam misi itu,” tutur Sutrawati lirih sambil mengusap air mata.

Kecurigaan mulai muncul ketika pesan WhatsApp yang dikirimnya hanya menunjukkan centang satu pada Selasa sore sekitar pukul 15.00 Wita.

“Saya mulai curiga karena biasanya dia selalu membalas pesan saya. Tapi kemarin sudah tidak ada jawaban lagi,” ungkapnya.

Sebelum komunikasi benar-benar hilang, Sutrawati mengaku terus mengingatkan putranya agar memperbanyak doa dan istighfar selama perjalanan laut menuju Gaza.

“Selalu saya bilang, banyak berdoa dan minta perlindungan sama Allah. Dia biasanya jawab, ‘Ya Rabb, terima kasih bunda’,” katanya sambil menahan tangis.

Sutrawati juga mengungkapkan bahwa Angga sempat mengeluhkan mabuk laut selama perjalanan panjang tersebut. Meski begitu, ia terus meminta anaknya tetap kuat dan berserah diri kepada Tuhan.

Firasat buruk itu semakin kuat ketika Angga menitip pesan kepada sang adik apabila sewaktu-waktu tidak bisa lagi dihubungi.

“Dia bilang ke adiknya, kalau nanti sudah tidak bisa dihubungi, jangan kaget. Berarti HP-nya sudah dibuang ke laut,” tutup Sutrawati dengan suara bergetar.

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved