Pembatasan Medsos
Ragam Respon Murid SMP Makassar Soal Pembatasan Usai Penggunaan Medsos
Larangan yang berlaku mulai 28 Maret 2026 itu diatur dalam Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 dan PP Tunas.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Alfian
Sebab kata dia, terkadang dirinya dan siswa lain diminta oleh guru mencari ide gambar lewat sosial media atau internet.
"Kadang guru juga kirim materinya lewat hape begitu, jadi kita menulisnya sambil pegang hape," katanya.
Begitu juga yang diungkapkan Mutia Kalsum, siswi sekelas Atika.
Menurutnya, sosial media memang memiliki negatif, tapi juga punya sisi positif.
Kepala Sekolah SMP Negeri 13 Makassar, Drs Ramli mengapresiasi adanya kebijakan itu.
"Yang pertama dulu, saya anggap itu adalah satu gebrakan bagus. Sangat bagus menurut saya," kata Ramli ditemui sekolah yang berlokasi di Jl Tamalate VI, Kecamatan Rappocini, Makassar, Senin (30/3/2026)
"Kenapa? untuk mengurangi hal-hal yang anak-anak di bawah umur bisa bermain seenaknya HP. Jadi termasuk di sekolah," lanjutnya.
Selama ini, kata Ramli, para siswa diperbolehkan membawa ponsel masing-masing ke sekolah.
Hanya saja saat tiba di ruang belajar, ponsel para siswa disimpan di satu wadah yang disiapkan.
"Tapi itupun saat belajar dan nanti dibutuhkan oleh gurunya apa yang pelajaran sesuai dengan mata pelajaran bisa dibuka," ujarnya.
Selain mendukung proses pencarian referensi siswa melalui sosial media, kehadiran ponsel siswa di sekolah juga memudahkan komunikasi terhadap para orang tua.
"Pertama, menghubung orang tua. Kedua, biasanya seperti saat ini tidak ada MBG, biasa pesan makanan. Karena dia tidak suka (juga misalnya)," terang Ramli.
"Kedua, kadang ada MBG tapi anak-anak bosan. Dia pesan makanan di luar. Kadang juga lebih bagus untuk mencari referensi. Ya, referensi juga boleh belajar," lanjutnya.
Kehadiran ponsel siswa kata Ramli juga menjadi alat kontrol bagi para guru atau pegawai.
Sebab dengan siswa membawa ponsel, para guru kata dia, akan lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas.
"Kontrol juga buat kami. Misalnya kalau ada guru yang tiba-tiba emosinya naik, saya katakan jangan. Sekarang ini sistem digital. Ya, mudah viral begitu. Jangan sampai terjadi," sebutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260331-Murid-SMPN-13-Makassar.jpg)