Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemuda Makassar Tertembak

Terungkap Sosok Polisi Penembak Remaja Bertrand Eka Prasetyo di Makassar

Bertrand Eka Prasetyo (18) remaja Makassar tewas tertembak pistol milik Iptu N di Jalan Toddopuli

Tayang:
Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana saat memberikan keterangan pers di lobi kantornya Jl Ahmad Yani, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (4/3/2026). 

"Dibawa ke Rumah Sakit Grestelina pada waktu itu dilakukan tindakan awal, namun karena memang tidak cukup alat yang digunakan sehingga kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara," katanya.

Namun nahas saat tiba di RS Bhayangkara, kata Arya, Bertrand sudah dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah Bertrand pun diotopsi malam itu dan Iptu N kata Arya langsung diamankan beserta senjata yang digunakan.

"Langsung juga Kasat Reskrim, Kabid Propam, Kasi Propam pada waktu itu melakukan olah TKP di tempat," jelasnya.

Meski hasil autopsi korban belum keluar kata Arya, kesimpulan sementara dalam kasus itu, Bertrand meninggal dunia akibat tertembak senjata api.

"Tentu nanti hasil autopsi akan disampaikan oleh dokter karena kami tidak berwenang bukan ahlinya. Tetapi yang kami ketahui adalah bahwa korban memang meninggal karena letusan senjata yang tidak terprediksi oleh IPTU N ke tubuh korban," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Arya juga berjanji tidak akan menutup-nutupi perkara tersebut.

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat khususnya keluarga korban agar mempercayakan penanganan kasus itu ke polisi.

"Dan kami minta kepada seluruh masyarakat dengan keluarga korban juga untuk mempercayakan semua tindakan yang akan kami lakukan kepada pihak-pihak yang memang harus dilakukan pemeriksaan kepada IPTU N," imbuhnya.

Keterangan saksi DN

Seorang saksi berinisial DN (21) membeberkan kronologi kejadian yang berujung pada insiden meininggalnya Bertrand.

Bertrand Eka Prasetyo meninggal diduga ditembak polisi yang bertugas di Polsek Panakkukang, Makassar.

DN mengaku berada di lokasi saat peristiwa berlangsung dan sempat menyaksikan beberapa rangkaian kejadian.

DN mengatakan, kejadian tersebut bwelangsung pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WITA di depan Cafe Ur Mine (UM), Jl Toddopuli Raya, Minggu (1/3/026) lalu.

Saat kejadian terdapat rombongan terlihat melintas dari kawasan Toddopuli 4 sebelum berpindah ke Toddopuli 2

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved