Pemuda Makassar Tertembak
Terungkap Sosok Polisi Penembak Remaja Bertrand Eka Prasetyo di Makassar
Bertrand Eka Prasetyo (18) remaja Makassar tewas tertembak pistol milik Iptu N di Jalan Toddopuli
Ia baru menerima informasi sekitar pukul 11.00 Wita pada hari kejadian.
Padahal, kata Desi, kejadian tersebut berlangsung pada sekitar pukul 07.00 Wita.
"Baru dikasih informasi. Tapi bilangnya itu dibawa dari rumah sakit, katanya ada curi-curi gitu. Tapi belum dibilang meninggal, terus nggak lama, nggak sampai satu jam, sudah ada informasi bilang anakku meninggal,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Ia juga mengaku sempat dihubungi dengan pihak kepolisian yang berada di rumah sakit.
Polisi menyampaikan bahwa peristiwa tersebut bermula dari konvoi yang berujung tawuran.
“Ini Bu, ada kayak konvoi, apa katanya. Terus ada tawuran, anakku katanya ketembak,” kata Desi menirukan ucapan polisi.
Mendengar penjelasan tersebut, ia mempertanyakan penyebab anaknya bisa tertembak.
“Kok bisa, Pak, anak ketembak? Orang kan kalau polisi menembak itu kan ke atas, kenapa anakku bisa kena? Berarti ini kesalahan ini, Pak” ungkapnya
"Terus dia bilang, “Iya, ini lagi diselidiki, mungkin siapa yang salah atau gimana,” tambah dia.
Desi mengatakan, setelah menerima banyak telepon dari keluarga, ia sempat ingin didatangi polisi dari Makassar yang ingin menemuinya di Jakarta.
Namun, ia meminta agar komunikasi dilakukan melalui adiknya.
“Dia kan kayaknya jam 1 lewat itu dari rumah sakit Bhayangkara dibawa mayat ke sini, yang sudah diotopsi, kan saya minta diotopsi," ujarnya.
"Saya bilang harus, anakku diotopsi. Saya bilang begitu, jadi diotopsi di sana. Tapi bapaknya yang urus itu, karena saya nggak ada kan," tambahnya.
Setibanya di rumah duka di Makassar pada Senin dini hari, Desi melihat kondisi jenazah anaknya.
"Saya lihat anakku itu mukanya sudah bengkak, terus kayak ada benjolan begitu, kayak bengkak. Tapi kan sudah dipakaikan baju. Terus kayak kepalanya itu yang di bantal kayak berdarah, tapi kan nggak bisa dibuka," jelasnya.
Adik korban sempat ingin membuka bagian yang diduga bekas tembakan, namun urung dilakukan.
"Bilangnya kalau dibuka, takutnya darahnya itu karena habis diotopsi. Jadi adikku bilang, ya susah juga karena kamu kan orang tuanya. Kalau nggak bisa dibuka ya sudah," ujarnya.
Meski demikian, keluarga sempat mendokumentasikan kondisi memar di wajah korban.
“Makanya adikku itu begitu. Cuma yang memar mukanya itu adikku simpan fotonya. Sekarang kan nggak terlalu kelihatan. Kena muka itu kan nggak terlalu karena formalinnya nggak terlalu masuk, karena lama dikerja," tuturnya.(*)
| Ternyata Iptu N Larikan Bertrand Eka Prasetyo ke Rumah Sakit Usai Tertembak |
|
|---|
| Profil Kombes Arya Perdana Bela Iptu N dalam Kasus Penembakan Remaja Makassar |
|
|---|
| Kombes Arya Perdana Bela Iptu N, Sebut Pistol Tak Sengaja Meletus ke Bertrand Eka |
|
|---|
| Detik-detik Bertrand Eka Prasetyo Kena Tembakan Polisi di Mata Saksi |
|
|---|
| Kapolrestabes Makassar Jelaskan Kronologi Bertrand Tertembak Pistol Polisi di Jl Toddopuli |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260303-Kombes-Pol-Arya-Perdana-jelaskan-kronologi.jpg)