Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dokter di Makassar Korban Love Scam

Banyak Orang Berpendidikan, Mapan, Emosi Stabil, Bermoral Baik, tapi Terjebak Cinta Palsu

OJK menerima 3.494 laporan terkait praktik penipuan tersebut, dengan total kerugian mencapai Rp49,198 miliar.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Edi Sumardi
Tribun-timur.com/FREEPIK
LOVE SCAM - Ilustrasi love scam. Dokter di Makassar, Sulsel berinisial DR menjadi korban love scam. Korban dijanjikan akan dinikahi dan diberi mahar fantastis. 

Ringkasan Berita:Dalam satu dekade terakhir, jumlah korban dan nilai kerugian menunjukkan fluktuasi.

Pada 2016, tercatat 19 korban dengan kerugian Rp2,6 miliar.
 
Jumlah tersebut meningkat pada 2017 menjadi 55 korban dengan kerugian Rp1,9 miliar, lalu relatif stagnan pada 2018 dan 2019. Namun, pada 2020 terjadi lonjakan tajam dengan 199 korban dan kerugian mencapai Rp12,6 miliar.
 
Dalam 5 tahun terakhir, pola kejahatan love scam menunjukkan fluktuasi jumlah korban.

 

Laporan jurnalis Tribun-Timur.com, Siti Aminah

Berita sebelumnya: Bagaimana Seorang Dokter Berpendidikan Tinggi Bisa Terbuai Asmara Palsu Pengusaha Tambang?

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat maraknya penipuan daring bermodus asmara atau love scam sepanjang 2025.

Melalui Indonesia Anti Scam Centre (IASC), OJK menerima 3.494 laporan terkait praktik penipuan tersebut, dengan total kerugian mencapai Rp49,198 miliar.

Love scam menjadi salah satu bentuk penipuan digital yang terus meningkat.

Tingginya jumlah korban menunjukkan bahwa love scam tidak lagi bersifat insidental, melainkan telah menjadi kejahatan terorganisir yang memanfaatkan relasi emosional korban. 

Tren penipuan berkedok asmara juga tercermin dari laporan pengaduan ke Komunitas Relawan Siaga Cerdas-Waspada Scammer Cinta (RSC-WSC).

Dalam satu dekade terakhir, jumlah korban dan nilai kerugian menunjukkan fluktuasi.

Pada 2016, tercatat 19 korban dengan kerugian Rp2,6 miliar.

Jumlah tersebut meningkat pada 2017 menjadi 55 korban dengan kerugian Rp1,9 miliar, lalu relatif stagnan pada 2018 dan 2019.

Namun, pada 2020 terjadi lonjakan tajam dengan 199 korban dan kerugian mencapai Rp12,6 miliar.

Baca juga: Dokter Kecantikan DR Diimingi Mahar Rp 300 Juta, Perusahaan Tambang, Kebun Sawit, tapi Zonk

Dalam lima tahun terakhir, pola kejahatan love scam menunjukkan fluktuasi jumlah korban, namun dengan kecenderungan nilai kerugian yang kian membesar.

Pada 2021, tercatat 107 korban penipuan berkedok asmara dengan total kerugian mencapai Rp4,9 miliar.

Angka tersebut menurun pada 2023, ketika laporan korban susut menjadi 50 orang dengan kerugian sekitar Rp1,83 miliar.

Namun, tren itu kembali berbalik pada 2024.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved