Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Musda Golkar Sulsel

Bahlil Lahadalia Dianggap Jadi Penentu Ketua Golkar Sulsel 

Tugas berat ketua terpilih adalah mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulsel.

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Muh Hasim Arfah
Dok tribun/kompas/pribadi
CALON KETUA GOLKAR- Bakal Calon ketua Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) periode 2025-2030. Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Sukri Tamma menyampaikan, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar Bahlil Lahadalia penentu utama ketua Golkar Sulsel.  

Ringkasan Berita:
  • Ketua Golkar Sulsel harus mampu menempatkan diri di tengah kompleksitas dinamika internal
  • Ketua Golkar harus mengakomodasi kepentingan para kader

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Perebutan kursi Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Selatan (Sulsel) periode 2025-2030 diprediksi sengit.

Sejumlah tokoh digadang-gadang maju berebut pucuk pimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Seperti Ketua DPD I Golkar Sulsel saat ini yang juga anggota DPR RI Taufan Pawe, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Barru sekaligus Ketua DPRD Sulsel periode 2014-2019 Andi Ina Kartika Sari.

Tokoh lain Wali Kota Makassar periode 2004-2014 Ilham Arief Sirajuddin (IAS) atau Aco, Bupati Gowa periode 2016-2025 Adnan Purichta Ichsan YL, dan Bupati Luwu Utara periode 2016-2015 Indah Putri Indriani.

Tugas ketua terpilih nantinya tidak mudah.

Harus mengembalikan kejayaan Golkar di Sulsel yang berpenduduk 9,56 juta jiwa ini.

Itu perintah langsung dari ketua umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. 

Baca juga: Bocoran Taufan Pawe Jadwal Musda Golkar Sulsel: Sepertinya Kita Terakhir

Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, pertama kali Golkar tumbang setelah 50 tahun menjadi partai pemenang di Sulsel.

Partai yang berdiri 20 Oktober 1964 itu takluk dari Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Golkar hanya meraih 14 kursi di Parlemen Sulsel, sedangkan NasDem mencapai 17 kursi.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Sukri Tamma mengatakan, Golkar partai besar bukan hanya di Sulsel, tapi di Indonesia.

Sehingga kepengurusannya di mana pun harus kepengurusan yang kuat.

Secara internal bisa menjaga keutuhan institusi, secara eksternal mampu menjalin komunikasi yang kuat  dengan pihak luar partai.

Jika melihat situasi saat ini, DPD I Golkar Sulsel butuh figur yang kuat internal maupun eksternal dan mampu menempatkan posisi.

Apalagi, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar Bahlil Lahadalia menargetkan, Golkar Sulsel menjadi pemenang di Pemilu mendatang.  

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved