Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

1 Tahun Prabowo Gibran

Revitalisasi Sekolah Program Prabowo Sasar 9 SD di Luwu, Target Rampung di Desember 2025

Program ini merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan dan Revitalisasi Sekolah.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Alfian
Dokumen Pribadi/Andi Padlan
REVITALISASI SEKOLAH - Foto Momen koordinasi mingguan antara Kepala Dinas Pendidikan Luwu, Sulawesi Selatan, Andi Palanggi bersama kepala sekolah penerima program revitalisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto dikirimkan kepada Tribun-Timur.com, Selasa (21/10/2025). Kabid SD Disdik Luwu Andi Palanggi menyebut, progres kerja kini mencapai 50 persen dari sembilan sekolah penerima. 

Sebab, baru saja terjadi peristiwa ambruknya salah satu pondok pesantren di Sidoarjo, Jawa Timur yang sempat menyita perhatian.

"Luar biasa programnya Pak Presiden ini. Terima kasih banyak sudah sampai di Luwu. Tidak apa-apa pelan-pelan, yang penting jadi dan bagus. Semoga sekolah-sekolah di pelosok yang lain juga mendapatkan," bebernya.

Penggiat literasi Rumah Luwu itu meminta otoritas terkait mengawasi jalannya proyek tersebut dengan disiplin dan profesional.

15 Tahun Tak Tersentuh Rehabilitasi, Tiga dari Tujuh Ruang Kelas SDN 598 Kadong-kadong Rusak Berat

Kondisi bangunan SDN 598 Kadong-kadong, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan semakin memprihatinkan.

Kepala Sekolah SDN 598 Kadong-kadong, Munirah Hamid, menuturkan pihaknya telah lama berharap ada perhatian dari pemerintah.

“Kondisi sekolah ini sudah sangat memprihatinkan. Terakhir direhab tahun 2008, sampai sekarang belum ada lagi perbaikan,” ujarnya.

Itu berarti, terakhir kali sekolah mendapat program rehabilitasi sudah lebih dari 15 tahun lalu.

Kata Munirah Hamid, kerusakan tampak pada plafon yang jebol, dinding terkelupas, hingga lantai berlubang.

Beberapa bagian plafon bahkan rapuh dimakan rayap dan sewaktu-waktu bisa runtuh.

“Plafon sering mi berjatuhan. Jangan sampai ada korban jiwa dulu baru ada perhatian,” akunya.

Dinas Pendidikan Luwu, mengakui adanya kerusakan pada bangunan sekolah tersebut.

Pihak sekolah juga telah diarahkan membuat proposal agar bisa masuk daftar usulan rehabilitasi pada 2026.

“Sesuai hasil pemantauan tim kami menjelang pelaksanaan ANBK, proses belajar mengajar masih berlangsung normal. Namun, ada tiga ruang yang rusak berat dari tujuh ruang kelas. Proposal perbaikan sudah kami minta untuk diajukan,” ujar Andi Padlan.

Kata Andi Padlan, jumlah siswa di SDN 598 Kadong-kadong tersebut tidak melebihi 200 orang.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved