Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

1 Tahun Prabowo Gibran

Revitalisasi Sekolah Program Prabowo Sasar 9 SD di Luwu, Target Rampung di Desember 2025

Program ini merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan dan Revitalisasi Sekolah.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Alfian
Dokumen Pribadi/Andi Padlan
REVITALISASI SEKOLAH - Foto Momen koordinasi mingguan antara Kepala Dinas Pendidikan Luwu, Sulawesi Selatan, Andi Palanggi bersama kepala sekolah penerima program revitalisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto dikirimkan kepada Tribun-Timur.com, Selasa (21/10/2025). Kabid SD Disdik Luwu Andi Palanggi menyebut, progres kerja kini mencapai 50 persen dari sembilan sekolah penerima. 

Di sini, pelaksana menghadapi kendala pengadaan material.

"Ada masalah pada pintu toilet di SDN Cilellang. Pintu yang sesuai spesifikasi di RAB (Rencana Anggaran Biaya) tidak ada dijual di toko lokal," ungkap Padlan.

"Jika harus dibuatkan khusus, harganya lebih mahal. Solusi ini sedang kami komunikasikan ke fasilitator dan kemeteriam," tambahnya.

Pacu Progres Lambat

Kendala berbeda ditemukan di SDN Saronda.

Andi Padlan menyebut, progres rehabilitasi ruang kelas di sekolah tersebut baru mencapai 5 persen, menjadi yang terendah di antara sekolah lainnya.

"Pekerjaan rehab di Saronda memang lambat. Solusinya, kami sudah instruksikan untuk segera menambah jumlah tukang agar terjadi percepatan," bebernya.

Sementara di SDN Padang Katapi progres rehab menyentuh 58 persen.

Pengerjaan terkendala faktor eksternal.

"Progres di sana sedikit terhambat karena sering ada acara atau kedukaan dari masyarakat di lingkungan sekitar sekolah," jelasnya.

Meski demikian, beberapa sekolah menunjukkan progres yang cepat.

SDN Pammanu, misalnya, mencatatkan progres rehabilitasi tertinggi yang telah mencapai 84 persen.

Disusul SDN 38 Jambu dengan progres toilet 55 persen dan rehab 38 persen.

Menurut Andi Padlan, pemerintah daerah dan seluruh satuan pendidikan kini berpacu dengan sisa waktu dua bulan ke depan untuk menuntaskan seluruh pengerjaan fisik sesuai target di akhir Desember 2025.

Salah satu aktivis muda Luwu, Mahfud mengaku proyek ini harus dijalankan dengan memerhatikan standar kelayakan yang baik.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved