Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hari Kartini 2026

Shinta Maharani: Stigma dan Guyonan Seksis Masih Bayangi Jurnalis Perempuan

Ketua Bidang Gender AJI Indonesia, Shinta Maharani, menegaskan ruang redaksi masih maskulin, belum semua memiliki SOP pencegahan kekerasan seksual.

Tribun-timur.com/AJI Makassar
KEKERASAN JURNALIS PEREMPUAN - Flayer diskusi publik “Di Balik Deadline: Kondisi Jurnalis Perempuan, Tekanan Mental, dan Ruang Aman di Redaksi” yang digelar AJI Makassar bertepatan dengan Hari Kartini, Selasa (21/4/2025), di Sekretariat AJI Makassar, Jl Toddopuli 10 Nomor 24, serta daring melalui Zoom Meeting. Ketua Bidang Gender AJI Indonesia, Shinta Maharani, menegaskan ruang redaksi masih maskulin, belum semua memiliki SOP pencegahan kekerasan seksual. 

Jurnalis perempuan dianggap tidak mampu meliput isu politik atau korupsi. Stigma dan guyonan seksis masih muncul, memperkuat tekanan yang kompleks karena norma sosial.

Shinta menegaskan, media memiliki peran penting menyusun SOP kekerasan seksual sebagai jaminan bagi korban. 

SOP harus disosialisasikan agar jurnalis tahu langkah yang harus diambil jika terjadi kasus. 

“Budaya patriarki mengakar di ruang redaksi. Ini bukan sekadar cara beraksi, tapi bentuk kekerasan yang dinormalisasi. Kita harus mendekonstruksi itu dan tidak menormalisasi perilaku rekan kerja,” tegasnya.

Menurutnya, konstruksi sosial yang menempatkan perempuan hanya sesuai kodrat domestik membuat kesempatan setara tidak diberikan. 

“Dominasi itu harus kita lawan dengan dekonstruksi,” pungkasnya. (SUKMAWATI IBRAHIM)

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved