Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pendidikan dan Peluang Karier Teman Tuli, Nisria Nurul Magfirah: Tuli Bukan Kekurangan

Dulu, saat masih kecil, saya membutuhkan banyak dukungan karena dipaksa untuk bersekolah

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Abdul Azis Alimuddin
Tribun-Timur.com/Rudi Salam/Rudi Salam
GERKATIN MAKASSAR - Nisria Nurul Magfirah, S.Pd., Gr. atau Anggi, pengurus Gerkatin Makassar, berbagi pengalaman dan peluang karier bagi penyandang tuli dalam talkshow Bincang Komunitas bertema Pendidikan dan Peluang Karier Teman Tuli. Acara disiarkan melalui YouTube Tribun Timur, Senin (12/1/2026), dibantu juru bahasa isyarat, Isti. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Setiap 11 Januari diperingati sebagai Hari Tuli Nasional.

Peringatan ini menjadi momen mengedukasi masyarakat tentang pentingnya aksesibilitas, kesetaraan pendidikan, serta kesempatan kerja bagi penyandang tuli.

Dalam rangka Hari Tuli Nasional, Tribun Timur melalui program Bincang Komunitas menghadirkan talkshow bertema Pendidikan dan Peluang Karier Teman Tuli.

Acara disiarkan secara langsung melalui YouTube Tribun Timur, Senin (12/1/2026).

Hadir sebagai narasumber, Nisria Nurul Magfirah, S.Pd., Gr, dibantu juru bahasa isyarat, Isti. Nisria, yang akrab disapa Anggi, merupakan pengurus Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Makassar sebagai Koordinator Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan. Anggi membagikan pengalamannya, kendala yang dihadapi, peluang karier, hingga harapannya kepada pemerintah.

Dipandu host Fiorena Jieretno, berikut rangkuman wawancara lengkap:

Perjalanan di dunia pendidikan?

Dulu, saat masih kecil, saya membutuhkan banyak dukungan karena dipaksa untuk bersekolah. Dari TK hingga SMA, banyak hambatan.

Terutama saat guru mengajar, saya sering kesulitan memahami kata-kata mereka. Saat SMP, saya mulai menyadari bahwa visual sangat membantu.

Gambar atau video serta teknologi sangat dibutuhkan teman-teman tuli dalam belajar.

Aktivitas saat ini?

Sekarang Alhamdulillah saya berprofesi sebagai guru sejak 2023.

Saya mengajar anak-anak tuli di SMA, menggunakan BISINDO untuk komunikasi. Saya membantu mereka lebih berdaya dan membuka pengetahuan mereka.

Metode mengajar?

Saya menggunakan banyak alat peraga dan metode visual agar teman-teman tuli lebih paham dan tertarik belajar. Kadang keluarga mereka juga ikut belajar bahasa isyarat.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved