Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tips Kesehatan

Operasi Jantung Bukan Akhir, dr Sugisman: Ini Awal Kualitas Hidup Lebih Baik

Medical check-up tiap 6 bulan bisa cegah serangan jantung. dr Sugisman: Jangan tunggu parah, segera screening.  

|
Tribun Timur/Sukmawati Ibrahim
EDUKASI OPERASI JANTUNG - dr Sugisman, Sp.BTKV(K), saat memberikan edukasi kesehatan jantung dalam program Media Tour RS Premier Bintaro di Hyatt Place Makassar, Sabtu (27/9/2025). Jantung bisa diperbaiki, asal ditangani tepat. dr Sugisman ajak masyarakat rutin cek kesehatan dan tak takut operasi. 

Katup jantung rusak harus diganti dengan implan impor seharga mulai Rp30 juta, sedangkan operasi aorta bisa mencapai Rp100 juta.

“Pasien termuda yang pernah saya tangani berusia 25 tahun. Usia terbanyak 40–50 tahun. Jarang yang 60 ke atas,” katanya.

Sugisman menekankan pentingnya medical check-up rutin setiap enam bulan sebagai langkah mitigasi awal.

Pemeriksaan ini bisa mendeteksi potensi penyakit seperti diabetes, asam urat, dan hipertensi yang memperberat kondisi jantung.

“Kalau ada keluhan, segera screening. Jangan tunggu parah. Penyakit di tubuh kita tidak bisa disamakan dengan orang lain,” ujarnya tegas.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi keluarga agar memahami kondisi pasien jantung dan bisa memberi pertolongan pertama yang tepat.

“Jangan asal dipukul atau dipijat. Tindakan tidak tepat bisa berakibat fatal,” katanya. 

“Tujuan operasi jantung bukan membuat pasien takut, tapi meningkatkan kualitas hidup. Kalau ada sumbatan, harus ditindak. Jangan tunggu sampai terlambat,” tambah dr Sugisman.

Baca juga: Sosok Gitaris Rock Makassar Moexin Meninggal karena Serangan Jantung

Akses Pasien BPJS Tetap Terlayani

dr Sugisman juga menegaskan, pasien dengan jaminan BPJS tetap bisa mendapatkan layanan bedah jantung di rumah sakit pemerintah, termasuk RS Jantung Harapan Kita.

“Semua pasien BPJS bisa dilayani dengan baik. Bahkan pembelian implan dan tindakan medis seperti operasi jantung sudah bisa ditanggung. Yang penting, rujukannya jelas dan diagnosisnya tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, literasi kesehatan masyarakat masih rendah.

Banyak yang memilih berobat ke luar negeri padahal fasilitas dan tenaga medis di Indonesia sudah sangat memadai.

“Kadang kemampuan terbatas, tapi karena kurang informasi, malah ke Malaysia atau Singapura. Padahal di Indonesia sudah bisa, dan BPJS pun bisa menanggung,” tegasnya.

Baca juga: Kena Serangan Jantung, Jemaah Haji Kloter 3 Asal Sinjai Wafat di Mekah

Dulu Operasi Mantan Gubernur Sulsel

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved