Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wisuda UNM Periode Juni 2026, Prof Nadirsyah Hosen Sampaikan Orasi Ilmiah Inspiratif

Prof Nadir diperkenalkan sebagai salah satu pakar hukum dan syariah Indonesia yang memiliki reputasi internasional. 

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Siti Aminah
Wisuda UNM 2026 - Jajaran pimpinan Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama akademisi internasional Prof Nadirsyah Hosen menghadiri prosesi Wisuda Periode Juni 2026 di Pelataran Menara Pinisi UNM, Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis (11/6/2026). Pada wisuda kali ini, UNM mengukuhkan 1.000 lulusan dari jenjang diploma, sarjana, magister, hingga doktor.  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Negeri Makassar (UNM) menghadirkan akademisi internasional Profeso. Nadirsyah Hosen LL.M., M.A. (Hons), Ph.D. sebagai pembicara orasi ilmiah pada Wisuda Periode Juni 2026.

Wisuda berlangsung di Pelataran Menara Pinisi Jl AP Pettarani, Kamis (11/6/2026).

Pada wisuda periode Juni, UNM mengukuhkan 1000 lulusan.

Kehadiran Prof Nadir menjadi magnet dalam wisuda kali ini 

Akademisi yang saat ini berkarier di Melbourne Law School, Australia, tersebut membawakan orasi bertajuk "Menjadi Generasi Pembelajar Sepanjang Hayat: Ilmu, Integritas, Inovasi, dan Internasionalisasi untuk Indonesia Emas 2045".

Dalam pengantar orasi ilmiah, Prof Nadir diperkenalkan sebagai salah satu pakar hukum dan syariah Indonesia yang memiliki reputasi internasional. 

Selain mengajar di Melbourne Law School sejak 2015, ia juga menjabat sebagai profesor tamu pada Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.

Selama lebih dari dua dekade, Prof Nadir telah menghasilkan puluhan publikasi ilmiah dalam bentuk buku, artikel, dan jurnal. 

Ia juga menjadi anggota dewan redaksi sejumlah jurnal hukum internasional bereputasi.

Di hadapan para wisudawan, Prof Nadir mengajak lulusan UNM untuk tidak berhenti belajar meski telah menyelesaikan pendidikan formal di perguruan tinggi.

Ia menekankan, wisuda bukanlah garis akhir perjalanan akademik, melainkan awal memasuki kehidupan yang menuntut proses belajar secara terus-menerus.

"Hari ini adalah hari pertama Anda masuk ke universitas yang paling kejam tanpa dosen pembimbing, yaitu Universitas Kehidupan," ujarnya.

Dalam orasinya, Prof Nadir juga berbagi pengalaman pribadi tentang perjalanan hidup dan pendidikan yang tidak selalu berjalan mulus.

Ia mengaku pernah mengalami berbagai kegagalan dalam hidup. 

Namun pengalaman tersebut justru membentuk ketangguhan dan semangat untuk terus berkembang.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved