Gacor Dulu Juara Pimnas 2019, Kini Ade Antar Tim Bimbingan Lolos Pendanaan PKM
Tim bimbingan Ade menjadi satu dari lima tim FBS UNM yang lolos pendanaan PKM 2026
Ringkasan Berita:
- Ade Yustina mengantarkan tim bimbingannya lolos sebagai penerima pendanaan PKM 2026
- Perempuan kelahiran Sengkang itu dulu 2 kali meraih juara di ajang PIMNAS 2019 dan 2020
- Proposal PKM-PM Tim bimbingan Ade berjudul “Pemberdayaan ASD melalui Strategi Intervensi SMART-ABA dalam Mengembangkan Repertoar Komunikasi Fungsional di Klub Belajar Sipatokkong
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Dulu dikenal sebagai mahasiswa langganan medali di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2019 dan 2020. Enam tahun kemudian Ade Yustina kembali mencatat prestasi. Kali ini sebagai dosen pendamping.
Ade mengantarkan tim bimbingannya lolos sebagai penerima pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026.
Program Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendiktisaintek itu jadi kado indah ulang tahun Ade yang ke-28 tahun pada Mei 2026 ini.
Sejak 2024, Ade jadi dosen di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (FBS UNM).
Tim bimbingan Ade Yustina lolos melalui proposal PKM-PM berjudul “Pemberdayaan Anak Autism Spectrum Disorder (ASD) melalui Strategi Intervensi SMART-ABA dalam Mengembangkan Repertoar Komunikasi Fungsional di Klub Belajar Sipatokkong.”
Proposal tersebut diketuai mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Febrianingsih Alsa Putri.
PKM sendiri dikenal sebagai salah satu ajang akademik paling bergengsi bagi mahasiswa Indonesia karena tidak hanya menguji kemampuan menyusun gagasan ilmiah, tetapi juga mendorong lahirnya solusi konkret terhadap persoalan sosial, pendidikan, teknologi, budaya, hingga kemanusiaan.
Ade mengatakan tema yang diangkat timnya berangkat dari kepedulian terhadap kelompok anak berkebutuhan khusus, khususnya Autism Spectrum Disorder (ASD), dalam mengembangkan kemampuan komunikasi fungsional.
“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan strategi pendampingan yang lebih adaptif dan aplikatif bagi anak ASD agar kemampuan komunikasinya berkembang lebih baik,” ujar Ade Yustina kepada wartawan Sabtu (23/5/2026).
Ia menilai mahasiswa saat ini harus didorong menghadirkan riset yang tidak berhenti pada tataran teori, tetapi mampu menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
“PKM menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk belajar menghadirkan solusi sosial yang berdampak langsung,” katanya.
Tim bimbingan Ade menjadi satu dari lima tim Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar yang berhasil lolos pendanaan PKM 2026.
Bagi FBS UNM, capaian tersebut memperlihatkan bahwa bidang bahasa dan sastra memiliki ruang kontribusi yang luas dalam menjawab persoalan masyarakat.
Kajian kebahasaan tidak lagi hanya berkutat pada teks, tetapi bergerak ke isu strategis seperti komunikasi kelompok rentan, literasi digital, konflik sosial, hingga persoalan kemanusiaan.
| Bikin Bangga, 5 Tim FBS UNM Tembus Pendanaan PKM Kemendiktisaintek 2026 |
|
|---|
| 30 Judul Penelitian UMI Lolos Pendanaan PKM LLDIKTI Wilayah IX, Nilainya Rp2 M |
|
|---|
| Bikin Bangga, Mir’Atul Mahasiswa FBS UNM Tembus Panggung Nasional Pilmapres |
|
|---|
| Ketika Potongan Video Memanipulasi Publik dan Mengancam Demokrasi |
|
|---|
| Belajar Agama Jadi Seru, Dosen UNM Gunakan Media Audio Visual Tingkatkan Pemahaman Siswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260523-Ade-Yustina-dosen-UNM.jpg)