Munafri: 7 Bulan Saya Tidak ke Warkop, Malu!
Di hadapan ratusan mahasiswa Fakultas Hukum Unhas, ia mengaku pernah kalah dari kotak kosong pada Pilkada Makassar 2018.
Ringkasan Berita:
- Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin membagikan kisah perjuangannya di FH Unhas, termasuk pengalaman kalah dari kotak kosong pada Pilkada Makassar 2018 hingga akhirnya menang.
- Munafri juga menceritakan perjalanan hidupnya dari bekerja sebagai penyiar radio untuk membiayai kuliah.
- Dalam kuliah umum, Munafri mengajak mahasiswa memiliki tujuan hidup, membangun relasi, bekerja keras, serta menjadi penggerak lahirnya kebijakan publik yang cerdas dan berpihak kepada masyarakat.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Suasana kuliah umum di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas), Jumat (22/5/2026), mendadak riuh saat Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menceritakan pengalaman paling pahit dalam perjalanan politiknya.
Di hadapan ratusan mahasiswa, ia mengaku pernah kalah dari kotak kosong pada Pilkada Makassar 2018.
Kekalahan itu bahkan membuatnya kehilangan rasa percaya diri selama berbulan-bulan.
"Selama tujuh bulan saya tidak pernah ke warung kopi. Bukan karena kalahnya, tapi malunya. Setiap ada orang berbisik saya merasa dibicarakan sebagai orang yang kalah dari kotak kosong," kenang Munafri.
Meski dua kali gagal dalam kontestasi politik, Munafri memilih bangkit.
Pada Pilkada Makassar 2024, ia maju bersama Aliyah Mustika Ilham dan akhirnya memenangkan pemilihan dengan raihan sekitar 54 persen suara.
"Tidak ada perjuangan yang dilakukan sampai tuntas yang berakhir sia-sia. Berjuanglah sampai tuntas untuk mendapatkan apa yang kalian inginkan," pesannya ke mahasiswa.
Baca juga: Munafri, Energi Baru Golkar Sulsel
Cerita perjuangan itu menjadi bagian dari kuliah umum bertema 'Sinergi Pemerintahan, Hukum dan Entrepreneurship dalam Menciptakan Inovasi Pemerintahan yang Berdampak di Kota Makassar'.
Politisi Golkar ini tidak hanya bicara soal politik.
Ia juga membagikan kisah hidupnya sejak muda, mulai dari bekerja sebagai penyiar radio demi membiayai kuliah hingga dipercaya memimpin perusahaan dan klub sepak bola profesional.
Dia mengatakan, keberhasilan meraih jabatan Wali Kota merupakan bagian dari mimpi yang diperjuangkannya selama bertahun-tahun.
"Kalau kita mendapatkan mimpi kita, kita tidak akan pernah lelah menjalaninya karena yang kita dapat adalah mimpi terbaik kita," kata Munafri.
Ia juga menceritakan masa mudanya yang penuh keterbatasan ekonomi.
Munafri mengaku berasal dari keluarga sederhana yang sangat disiplin.
Ia masuk Fakultas Hukum, orang tua cuma membayar satu semester.
| Cari Mobil Bekas Berkualitas? Yuk ke Mei-morable Drive Makassar, Ada DP 0 Persen |
|
|---|
| PSEL Tamangapa Paling Logis Secara Teknis |
|
|---|
| 336 Mahasiswa Psikologi UNM Angkatan 2025 Tampil Beda dengan Kreativitas Multibahasa dan Seni |
|
|---|
| Cegah Drainase Tersumbat, RT/RW Tabaringan Kompak Bersihkan Jalan Tinumbu |
|
|---|
| BSI Region X Makassar Catat Pertumbuhan Solid di Sulsel, DPK dan Pembiayaan Tumbuh Dua Digit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260522-Kuliah-Umum-Munafri-Arifuddin-di-FH-Unhas.jpg)