Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Unhas

Inilah Empat Profesor Baru Unhas, dari Bioteknologi hingga Kedokteran Gigi Modern

Nurhayati Natsir sebagai Guru Besar Konservasi Gigi Bidang Restorasi Fakultas Kedokteran Gigi.

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Siti Aminah
PENGUKUHAN PROFESOR - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Prof Jamaluddin Jompa mengukuhkan empat guru besar baru  di Ruang Senat lt 2, Gedung Rektorat Unhas, Senin (11/5/2026). Samsu Arif sebagai Guru Besar Bidang Pemodelan Geospasial FMIPA, A Masniawati Zainuddin sebagai Guru Besar Bidang Bioteknologi Tumbuhan FMIPA, Nurhayati Natsir sebagai Guru Besar Konservasi Gigi Bidang Restorasi Fakultas Kedokteran Gigi, serta Marhamah sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kedokteran Gigi Anak. 

Ringkasan Berita:
  • Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menambah empat guru besar baru dari berbagai bidang keilmuan, mulai pemodelan geospasial, bioteknologi tumbuhan, konservasi gigi restorasi, hingga kedokteran gigi anak. 
  • Pengukuhan berlangsung di Gedung Rektorat Unhas, Senin (11/5/2026), disaksikan jajaran akademisi dan keluarga.
  • Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa menegaskan pentingnya riset interdisipliner berbasis spasial, teknologi, dan inovasi global untuk menjawab tantangan masa depan.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Guru besar Universitas Hasanuddin (Unhas) bertambah 4 orang.

Yaitu Samsu Arif Guru Besar Bidang Pemodelan Geospasial FMIPA. 

A Masniawati Zainuddin sebagai Guru Besar Bidang Bioteknologi Tumbuhan FMIPA.

Nurhayati Natsir sebagai Guru Besar Konservasi Gigi Bidang Restorasi Fakultas Kedokteran Gigi.

Marhamah sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kedokteran Gigi Anak.

Pengukuhan di Ruang Senat lt 2, Gedung Rektorat Unhas, Senin (11/5/2026).

Baca juga: Gigi Estetik Modern Antar Nurhayati Natsir Raih Guru Besar di Unhas

Ruangan dipadati jajaran guru besar Unhas, keluarga hingga kerabat para guru besar yang dikukuhkan. 

Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa, menekankan pentingnya pendekatan interdisipliner dalam pengembangan ilmu pengetahuan di era modern.

“Sekarang pendekatan kita harus berbasis spasial, temporal, dan kombinasi demografis,” katanya.

Prof JJ memberikan refleksi atas penelitian yang dilakukan masing-masing guru besar.

Penelitian yang dikembangkan Prof Samsu Arif misalnya, mengangkat terkait pemodelan geospasial. 

Ia menilai, penguasaan teknologi spasial dan satelit menjadi kebutuhan strategis bangsa di masa depan.

“Sudah saatnya Unhas tampil bukan hanya menyelesaikan masalah lokal, tetapi juga nasional bahkan global geopolitik,” katanya.

Ia berharap Indonesia suatu saat mampu mandiri dalam pengembangan teknologi satelit melalui kontribusi perguruan tinggi, termasuk Unhas.

“Bagaimana Indonesia bisa mandiri dengan kepemilikan satelit sendiri dan dikembangkan oleh Unhas sendiri,” lanjutnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved