Unhas
Prof Nurpudji Astuti Daud Terima MURI atas Pengembangan Pendidikan Dokter Gizi Klinik
Penghargaan diberikan atas kiprahnya sebagai penggagas dan pendiri Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Gizi Klinik.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sudirman
Dengan adanya dokter gizi klinik, pasien dapat memperoleh terapi medik gizi yang lebih tepat dan sesuai dengan kondisi penyakit masing-masing.
Menurutnya, pasien yang mendapatkan terapi gizi secara tepat cenderung mengalami lebih sedikit komplikasi.
Sehingga masa rawat inap menjadi lebih singkat dan proses penyembuhan berlangsung lebih cepat.
“Pasien lebih cepat sembuh karena terapinya tepat. Komplikasi berkurang dan biaya keluarga pasien juga lebih ringan,” jelasnya.
Prof Nurpudji mengatakan manfaat tersebut tidak hanya dirasakan pasien dan keluarga, tetapi juga rumah sakit dan BPJS Kesehatan.
Rumah sakit memperoleh efisiensi pelayanan karena pasien lebih cepat pulih.
Sementara BPJS dapat menekan biaya perawatan akibat berkurangnya komplikasi dan lama rawat inap.
Sebagai pelopor nasional, program pendidikan dokter spesialis gizi klinik yang pertama kali dibuka di Unhas kemudian diikuti oleh sejumlah perguruan tinggi lain di Indonesia.
Kini, program pendidikan dokter spesialis gizi klinik telah berkembang di sedikitnya 10 perguruan tinggi di Indonesia.
Menariknya, menurut Prof Nurpudji, Indonesia memiliki pendekatan berbeda dibandingkan luar negeri.
Di banyak negara, gizi klinik hanya menjadi sub-divisi, misalnya di Departemen Penyakit Dalam dan bukan program pendidikan spesialis tersendiri.
Sementara di Indonesia, gizi klinik dikembangkan sebagai program pendidikan dokter spesialis mandiri dengan masa pendidikan tujuh semester.
Hingga kini, lebih dari 500 dokter spesialis gizi klinik telah dihasilkan dan tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Para lulusan tersebut kini bekerja di rumah sakit, membuka praktik klinik, hingga menduduki posisi strategis seperti direktur utama rumah sakit, direktur pelayanan medis, dan kepala instalasi gizi.
“Ini yang dihargai MURI, mengapresiasi karya anak bangsa,” kata Prof Nurpudji.
| Inilah Empat Profesor Baru Unhas, dari Bioteknologi hingga Kedokteran Gigi Modern |
|
|---|
| Gigi Estetik Modern Antar Nurhayati Natsir Raih Guru Besar di Unhas |
|
|---|
| Alasan Prof Jamaluddin Jompa Unhas Tak Naikkan UKT Mahasiswa 2026 |
|
|---|
| Inilah Nomor Urut Calon Dekan Fisip Unhas, Prof Phil Sukri Bersaing 3 Guru Besar |
|
|---|
| 392 Halaman Disertasi Antar Yasir Machmud Raih Gelar Doktor Politik Unhas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-05-14-Guru-Besar-Fakultas-Kedokteran-Unhas-Prof-Nurpudji-Astuti-Daud.jpg)