2 Peneliti UMI Lolos Bestari Saintek, Prof Hambali: Riset Terbaik Harus Berdampak ke Masyarakat
Rektor UMI, Prof H Hambali Thalib mengapresiasi Kemdiktisaintek atas komitmen dalam mendorong riset berdampak melalui Program Bestari Saintek.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Hasriyani Latif
Ringkasan Berita:
- Dua peneliti Universitas Muslim Indonesia (UMI) lolos Program Bestari Saintek 2025-2026.
- UMI mendorong hilirisasi riset agar tidak hanya berhenti di publikasi, tetapi menjadi solusi nyata.
- Riset yang lolos meliputi rumah panggung adaptif untuk daerah rawan banjir dan kedelai tahan kekeringan.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) menegaskan kapasitasnya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Hal ini ditandai dengan keberhasilan dua peneliti UMI yang lolos dalam Program Bestari Saintek 2025-2026 yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Momentum tersebut ditandai melalui kehadiran langsung pimpinan UMI pada kegiatan Kick-Off Program Bestari Saintek yang dirangkaikan dengan penandatanganan kontrak program di Auditorium Grha Diktisaintek, Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Rektor UMI, Prof H Hambali Thalib mengapresiasi Kemdiktisaintek atas komitmen dalam mendorong riset berdampak melalui Program Bestari Saintek.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Kemdiktisaintek atas kepercayaan dan dukungan melalui program ini. Keberhasilan dua peneliti UMI menjadi bukti bahwa riset kami tidak berhenti pada ruang akademik, tetapi siap hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat," jelasnya.
UMI terus mendorong transformasi riset dari sekadar luaran akademik menuju hilirisasi dan implementasi yang memberi manfaat langsung.
"UMI tidak ingin hanya menghasilkan publikasi, tetapi menghadirkan inovasi yang bisa dirasakan masyarakat. Di sinilah makna riset yang sesungguhnya," kata Hambali.
Keberhasilan ini menegaskan posisi UMI sebagai penggerak riset di Indonesia Timur, mitra strategis dalam pengembangan inovasi nasional dan institusi yang konsisten menghubungkan ilmu dengan kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Prof Hambali Warning Evaluasi Berkala 200 Dosen dan Pegawai UMI Baru
UMI, kataHambali, semakin memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem riset yang adaptif, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
"Karena bagi UMI, Riset terbaik adalah riset yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. UMI Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak," jelasnya.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Prof Ahmad Najib Burhani mengatakan Program Bestari Saintek dirancang sebagai living lab untuk menjembatani kesenjangan antara riset akademik dan implementasi di masyarakat.
Program ini melibatkan 122 tim periset nasional, 64 perguruan tinggi, 56 mitra industri, 8 instansi pemerintah dan 4 organisasi internasional
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Brian Yuliarto, PhD, menekankan bahwa tantangan terbesar riset bukan pada penemuan, tetapi pada tahap implementasi.
"Banyak riset berhenti di laboratorium. Tantangan kita adalah memastikan inovasi benar-benar sampai ke masyarakat," ujarnya.
Dalam program nasional itu, dua peneliti UMI berhasil memperoleh pendanaan riset, adalah:
| Navigasi Dialektika Riset Melalui Metodologi |
|
|---|
| Sempat Terlantar, Dg Sara Akhirnya Kembali Tinggal Bersama Keluarga usai Dimediasi Dinsos Makassar |
|
|---|
| DPRD Makassar Dukung Kebijakan Pemkot Perluas Jaminan Sosial Bagi Pekerja Informal |
|
|---|
| RT/RW Baji Mappakasunggu Pasang Spanduk Ajakan Pilah Sampah di Lorong |
|
|---|
| Hari Donor Darah Sedunia, Aplikasi Kawan Sedarah Mudahkan Pasien Cari Stok Darah di Sulawesi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260429-Prof-H-Hambali-Thalib-menghadiri-Kick-Off-Program-Bestari-Saintek.jpg)