Universitas Terbuka Makassar Cetak 741 Lulusan Baru
Wisuda UT Makassar akan digelar di Ruang Aula Lantai 4 UT Makassar di Jl Perintis Kemerdekaan, Sabtu-Minggu (2-3/5/2026).
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Universitas Terbuka (UT) Makassar mencetak 741 wisudawan dari 24 kabupaten/kota.
Namun, tak semua bakal hadir saat pengukuhan.
Sebanyak 525 wisudawan dipastikan bakal hadiri untuk dikukuhkan.
Wisuda akan digelar di Ruang Aula Lantai 4 UT Makassar di Jl Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu-Minggu (2-3/5/2026).
Tema diangkat Mewujudkan Lulusan Mandiri, Unggul dan Berdaya Saing Global.
Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Alumni UT Makassar Andi Suci Anita mengatakan, pihaknya sebenarnya mencetak 741 wisudawan di periode ini.
Namun, yang bersedia hadir wisuda sebanyak 525.
Wisuda dibagi menjadi dua gelombang, di hari pertama 295 wisudawan dan hari kedua 230 wisudawan.
“Total 741 alumni untuk periode ini, tapi hanya 525 yang bersedia hadir wisuda. Jenjang diploma dua orang, strata satu (S-1) 518 orang dan magister (S-2) tiga orang,” katanya saat konferensi pers Wisuda Daerah UT Makassar di Ruang Rapat Lantai 2 UT, Selasa (28/4/2026).
Ia menambahkan, sehari sebelum wisuda, Jumat (1/5/2026), digelar seminar dengan tema Entrepreneurship di Era Digital untuk Mendorong Kebangkitan Ekonomi Regional dan Nasional.
Hadir sebagai pembicara Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis (Wakil Rektor IV) Universitas Hasanuddin (Unhas) adalah Prof Adi Maulana, Owner Browcyl Rachmat Almuarrif, Owner Lazuna Hasda Haedar dan perwakilan dari Bank Indonesia Sulsel.
“Jadi kegiatan kami selama tiga hari, 1 sampai 3 Mei. Didahului dengan seminar lalu wisuda,” katanya.
Baca juga: Kuliah Tanpa Batas Negara, Universitas Terbuka Perluas Akses Pendidikan Tinggi di Timor-Leste
Direktur UT Makassar Prof Abdul Rahman menambahkan, seminar dan wisuda ini bentuk pertanggungjawaban UT kepada kepada masyarakat.
“Bahwa UT Makassar menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara pendidikan di perguruan tinggi,” sebutnya.
Pada wisuda kali ini, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif akan menjadi tamu kehormatan di hari pertama.
Hari kedua Bupati Jeneponto Paris Yasir menjadi tamu kehormatan.
Prof Abdul Rahman mengatakan, pelibatan kepala daerah ini sudah menjadi tradisi di setiap wisuda di UT Makassar.
Sebelumnya, hadir Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin serta Wakil Bupati Kepulauan Selayar Muhtar.
Ia menyampaikan, kepala daerah turun diundang karena UT Makassar memiliki basis mahasiswa dari berbagai daerah di Sulsel.
Kehadiran UT pun sangat membantu pemerintah daerah (Pemda) dalam meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) tanpa mahasiswa meninggalkan daerahnya.
Mengingat salah satu keunggulan UT Makassar dalam sistem pembelajaran jarak jauh.
“Alhamdulillah mereka (Pemda) sambut baik kehadiran UT karena bantu Pemda dalam meningkatkan APK,” katanya.
Jangkau Daerah 3T
Rektor UT Prof Ali Muktiyanto memiliki tagline kewibawaan akademik, integritas, dan radikal.
Prof Abdul Rahman menyebut, dengan tagline ini UT didorong bergerak lebih cepat dari biasanya, sehingga bisa memikul beban dan harapan pemerintah memperluas jangkauan pendidikan ke daerah 3T, tertinggal, terdepan dan terluar.
UT tak hanya untuk mahasiswa di perkotaan, tapi bisa menjauh daerah 3T. Jadi tak ada alasan lagi, masyarakat tak menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
“Mudah-mudahan apa jadi keunggulan UT sebagai perguruan tinggi jarak jauh, bisa lebih dipahami oleh masyarakat, sehingga warga tidak ada alasan tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ucapnya.
Pergeseran Paradigma
Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi dan Pengujian UT Makassar Jalil mengatakan, peluang kuliah di UT sistem pembelajaran fleksibel terbuka dan jarak jauh.
Siapa pun bisa kuliah di perguruan tinggi berstatus PTN-BH ini. Apalagi, tahulum lulus tidak terbatas.
Kini, sebut dia, ada pergeseran paradigma. Dulu UT dikenal masyarakat hanya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahun (FIKP). Makanya, mahasiswa fakultas tersebut banyak.
Namun, kini Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) yang digandrungi.
Disusul Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). FKIP berada di peringkat tiga.
“Berubah paradigma, beberapa tahun terakhir bukan lagi FKIP paling banyak mahasiswanya, tapi FHISIP,” ucapnya. (*)
| Christopher Salim dan Jennifer Sucitta Phie Terpilih Jadi Koko Cici Sulsel 2026 |
|
|---|
| Tantangan Pak RT Pampang, Pimpin 200 KK di 'Jalur Gaza' hingga Krisis Air Bersih |
|
|---|
| Kepala BGN Dadan: Kami Diprotes karena Gaji Pencuci Piring MBG Rp 3,5 Juta, Guru Hanya Rp 800 Ribu |
|
|---|
| DPRD Desak Direksi Baru PDAM Atasi Krisis Air di Utara dan Timur Makassar |
|
|---|
| Eks Lahan Hotel Sahid Makassar Disulap Jadi Mal Megah, Solihin Ungkap Banyak Kenangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260428-Prof-Abdul-Rahman-Rahim.jpg)