Haji
Jamaah Asal Makassar Apresiasi Pelayanan Haji 2026, Sebut Lebih Tertata dan Humanis
Sejumlah jemaah yang pernah berhaji pada tahun-tahun sebelumnya menilai penyelenggaraan haji kali ini memiliki banyak perbaikan.
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Alfian
Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH – Jemaah haji asal Makassar yang tergabung dalam Kloter UPG 1 memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
Pelayanan yang diterima sejak kedatangan hingga kepulangan dinilai berjalan tertata, terstruktur, dan memberikan kenyamanan bagi para jemaah.
Salah seorang jemaah, Prof Dr Hj A Melantik Rompegading SH MH, Rektor Universitas Sawerigading (Unsa) Makassar, mengaku terharu dengan pelayanan yang diberikan selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
"Alhamdulillah kami sangat bersyukur. Hampir seluruh rombongan dari UPG 1 merasa terharu atas pelayanan yang kami terima, mulai dari penyambutan hingga proses pelepasan hari ini. Semua aktivitas dan kegiatan terlihat terstruktur dan rapi," kata Melantik di Jeddah, Arab Saudi, Senin (1/6/2026) dini hari.
Menurutnya, pelayanan yang diberikan membuat para jemaah merasa nyaman selama menjalankan ibadah.
Baca juga: Kain Mispa dan Warnai-warni Ceria Jamaah Haji Asal Sidrap
Bahkan, sejumlah jemaah yang pernah berhaji pada tahun-tahun sebelumnya menilai penyelenggaraan haji kali ini memiliki banyak perbaikan.
"Para jemaah merasa bangga. Banyak yang mengatakan pelayanan tahun ini terasa berbeda dan lebih baik dibandingkan sebelumnya," ujarnya.
Melantik juga mengungkapkan bahwa kondisi kesehatannya tetap terjaga selama menjalankan ibadah karena disiplin mengikuti arahan petugas kesehatan dan pembimbing ibadah.
"Saya mengikuti semua aturan dan petunjuk dari petugas, mulai dari dokter, ketua kloter, hingga seluruh petugas haji. Alhamdulillah, berkat mengikuti arahan tersebut, saya bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadah dalam keadaan sehat," tuturnya.
Lebih jauh, ia menilai pengalaman berhaji memberikan pelajaran spiritual yang mendalam.
Pengalaman tersebut melengkapi perjalanan yang sebelumnya pernah ia lakukan ke sejumlah negara berpenduduk muslim seperti Mesir dan Uzbekistan.
Menurut Melantik, perjalanan spiritual tersebut semakin menguatkan keyakinannya akan kebesaran Allah SWT yang menciptakan berbagai kondisi kehidupan di berbagai belahan dunia.
"Kita sebagai umat muslim patut bersyukur. Di mana pun berada, ternyata kebesaran Allah dapat kita rasakan. Banyak hal yang sebelumnya tidak sempat kita pikirkan, namun nyata adanya sebagai bagian dari ciptaan-Nya," katanya.
Ia berharap seluruh jemaah yang telah menyandang gelar haji dapat membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke Tanah Air.
"Tidak ada gunanya menjalankan ibadah haji jika setelah pulang perilaku kita tetap sama atau bahkan lebih buruk. Justru setelah berhaji kita harus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih dekat kepada Allah SWT," pungkasnya.(hasim arfah/mch 2026)
| Kain Mispa dan Warnai-warni Ceria Jamaah Haji Asal Sidrap |
|
|---|
| Tak Sekadar Menyambut, Syaharuddin Larif Turun Tangan Layani Jemaah Haji Asal Sidrap |
|
|---|
| Perputaran Uang Catering Haji Triliunan, Nurdin Dorong Ekspor Pangan RI ke Arab Saudi |
|
|---|
| Kloter Pertama Berangkat 22 April, Jadwal Lengkap Pemberangkatan JCH Embarkasi Makassar |
|
|---|
| Jemaah Calon Haji Sulsel 5 Kali Manasik, Ikbal Ismail: Selesai Sebelum Ramadan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260206-Mochamad-Irfan-Yusuf.jpg)