Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sosok Sarianto ASN Takalar, Orang Kesembilan Raih Gelar Doktor Administrasi Pendidikan UNM

Guru didorong menghadirkan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik.

Tayang:
Penulis: Makmur | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
PROMOSI DOKTOR - Sarianto saat promosi doktor yang digelar di Ruang AD5 Gedung Pascasarjana UNM, Jalan Andi Djemma, Makassar, Jumat (24/4/2026). Sarianto meraih gelar doktor Administrasi Pendidikan UNM setelah menulis disertasi tentang evaluasi program guru penggerak di masa pemerintahan menteri Nadim Anwar Makarim.  

Ringkasan Berita:
  • Program Guru Penggerak di era Nadiem Anwar Makarim dinilai membawa perubahan besar dalam pembelajaran dengan menekankan peran aktif siswa dan mendorong guru menjadi fasilitator yang kreatif, kolaboratif, serta berpusat pada peserta didik. 
  • Namun, program ini kini dihentikan seiring pergantian kebijakan pendidikan nasional.
  • Perubahan kebijakan tersebut mendorong Sarianto, mahasiswa doktoral Universitas Negeri Makassar, untuk mengevaluasi Program Guru Penggerak. 

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Program Guru Penggerak era Menteri Pendidikan Nadiem Makarim dinilai memberi pengaruh besar terhadap pelaksanaan pembelajaran di sekolah.

Program tersebut mendorong perubahan tata kelola pendidikan dengan menempatkan partisipasi siswa sebagai unsur utama dalam proses belajar mengajar. 

Guru didorong menghadirkan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik.

Pergantian menteri turut mengubah arah kebijakan pendidikan nasional. Program Guru Penggerak kini dihentikan dan digantikan dengan kebijakan baru.

Perubahan itu mendorong Sarianto, mahasiswa Program Doktor Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM), menyusun disertasi yang mengulas evaluasi Program Guru Penggerak.

Menurutnya, evaluasi terhadap program tersebut penting dilakukan agar capaian positif maupun kekurangannya dapat menjadi pelajaran dalam penyusunan kebijakan pendidikan berikutnya.

Baca juga: Sosok Prof Farida Bikin Sejarah Naikkan Insentif 3 Kali Lipat Riset Dosen UNM

"Setiap program tentu memiliki kelebihan dan tantangan. Karena itu perlu dievaluasi supaya kebijakan baru bisa lahir dengan dasar yang lebih kuat," ujar Sarianto.

Sarianto berhasil meraih gelar doktor dalam sidang promosi yang digelar di Ruang AD5 Gedung Pascasarjana UNM, Jalan Andi Djemma, Makassar, Jumat (24/4/2026).

Sidang promosi doktor itu dipimpin Prof Wahira selaku ketua sidang.

Sementara Prof Hamsu Abdul Gani bertindak sebagai promotor dan Dr Ansar sebagai kopromotor. Turut hadir Ketua Program Studi Prof Arismunandar.

Adapun tim penguji internal masing-masing Prof Ismail Tolla, Prof Kamaruddin Hasan, dan Dr Herlina. Sedangkan penguji eksternal adalah Prof Bambang Budi Wiyono.

"Lulus dengan IPK 3,82 dan predikat cumlaude," kata Prof Wahira saat membacakan hasil sidang.

Dalam penelitiannya, Sarianto mendalami faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Program Guru Penggerak pada guru sekolah dasar di Kabupaten Takalar.

Ia menemukan bahwa dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program. 

Selain itu, kualitas guru serta dukungan sosial juga menjadi faktor pendukung utama.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved