Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wawancara Khusus

Athirah Kembangkan Soft Skill Siswa Lewat Kurikulum Terintegrasi

Namun, sekolah juga menambahkan kurikulum khas, yakni Athirah Integrated Holistic Education System (AIHES).

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Abdul Azis Alimuddin

Selain itu, jangan stress dan lakukan hal-hal disenangi juga.

Kalau diimbangi sama-sama bisa dijalani dengan enjoy.

Bagaimana Athirah mengelola stres siswa?

BJ Gunawan: Beban belajar siswa sekarang memang cukup tinggi, apalagi dengan banyak kebijakan harus disiapkan.

Ada AKM, ada TKA, harus ujian dan seterusnya.

Sekolah menyadari  dan responsif akan hal itu, makanya program di sekolahnya bukan hanya akademik, ada keagamaan, ekstrakurikuler yang sangat membantu mengimbangi mereka dari stress.

Kami dari SMA Islam Athirah Makassar juga ada program ke-BK-an, setiap siswa dekat dengan guru Bknya.

Tagline kami BK adalah sahabat siswa.

Kami ingin siswa terbuka dengan kondisinya.

Utamanya pasca pandemi Covid-19, kami menyadari, kesehatan mental menjadi isu tak bisa dihindarkan.

Kebijakan sekolah sangat support, kami adakan seminar kesehatan mental.

Kami hadirkan praktisi untuk sharing dengan siswa.

Ada juga psikotes untuk mengetahui kondisi awal mereka, kalau ada anak teridentifikasi kami segera berkolaborasi dengan orang tua mencari solusi permasalahan.

Di SMA Islam Athirah Makassar, semua siswanya terbuka kepada guru, tidak hanya kepada guru BK.

Ketika ada masalah, terbiasa menyampaikan.

Sekolah juga sangat mengedepankan bahwa belajar harus senang.

Guru kami dorong pembelajaran menyenangkan, sehingga sekolah menjadi ramah anak.

Kuncinya, guru-guru tak hanya memberikan wejangan, tapi harus mendengar saat ini karena belum tentu anak terlihat baik, tak memiliki masalah.

Kami memiliki program perwalian setiap pagi.

Di program ini kami banyak interaksi wali kelas dan anak-anak.

Kalau ada anak ada masalah segera ditindaklanjuti.

Kami juga ada program home visit untuk anak yang butuh bantuan.

Layanan di SMA Islam Athirah bukan fokus di sekolah saja, tapi juga kunjungan rumah untuk kasus tertentu.

Kami sangat memperhatikan siswa kami, bukan hanya perkembangan akademik, tapi kesehatan mental juga sangat penting.

Di Sekolah Islam Athirah Makassar itu, kewajiban belajar bukan hanya untuk siswa.

Namun, guru juga harus terus belajar, salah satu ditingkatkan skillnya bagaimana guru bisa mengenali peserta didiknya.

Karena setiap siswa beda karakternya, pendekatannya pun berbeda.

Makanya, kami selalu ada pelatihan setiap tahun untuk meningkatkan kepekaan guru.

Bagaimana Athirah mengembangkan soft skill siswa?

BJ Gunawan: Kami menggunakan kurikulum terintegrasi.

Desain kurikulum kami, tetap menggunakan kurikulum nasional, kami juga menggunakan tambahan kurikulum Athirah Integrated Holistic Education System (AIHES).

Kami juga menambahkan integrasi yang lain untuk mendukung program tersebut.

Kurikulum dari pemerintah yang kaidah akademik, tapi soft skill tumbuhkan juga.

Kami menyesuaikan dengan tantangan sekarang, kami bekali siswa dengan skill abad 21.

Dalam perencanaan pembelajaran sudah kami integrasikan kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berpikir kreatif diutamakan.

Kami tahun ini punya pekerjaan rumah lagi pengembangan kurikulum, kini guru telah disiapkan untuk itu.

Hal itu untuk menjawab kesiapan dari anak-anak kami setelah SMA, mereka butuh soft skill.

Jadi SMA Islam Athirah Makassar mulai menyiapkan itu, sehingga alumninya siap diterima di kampus terbaik.

Athirah saat ini bekerja sama dengan siapa saja?

BJ Gunawan: Sekolah yang maju bukan hanya sekolah tertutup untuk bekerjasama.

Kami di SMA Islam Athirah terbuka bekerja sama dan banyak kerjasama dilakukan.

Menurut kami, dari kerjasama itu sangat membantu anak-anak kami menggapai cita-citanya.

Salah satu kerjasama kami program overseas di United Kingdom (UK) selama enam bulan.

Nayla salah satu siswanya. Total ada lima tahun lalu siswa  belajar enam bulan di sana.

Mereka tak perlu mengulang setelah pulang dari UK, nilai-nilai dari sana kami rekognisi dengan kurikulum yang ada di sekolah kami.

Ini sangat berdampak, siswa kami mampu mengembangkan bakat minatnya, benefitnya juga kami dapat, Nayla tahun ini bisa lulus FK Internasional UI.

Kami juga kerjasama dengan beberapa kampus ternama, ada sekira 30 persen banyak ingin kuliah di kampus swasta di Indonesia maupun luar negeri.

Makanya, kami juga buka kerjasama.

Tahun ini pertama kali kirim siswa belajar di Australia belajar selama dua pekan.

Tahun depan akan berlanjut.

Jadi program internasional di SMA Islam Athirah Makassar sangat disupport.

Bagaimana alur masuk SMA Islam Athirah?

BJ Gunawan: Dari mana pun sekarang bisa mendaftar.

Bisa lewat sosial media, kami juga punya website untuk diakses.

Bisa juga kunjungan langsung jika ingin melihat proses pembelajaran, lingkungan di SMA Islam Athirah Makassar, bisa datang langsung.

Kebiasaan apa yang perlu dibangun menuju kampus impian?

Andi Sitti Fathimah Zahrah Al Ghafirah: Pertama, belajar.

Kalau mau masuk SNBP itu nilai.

Di SMA Islam Athirah Makassar yang memengaruhi nilai adalah kehadiran, akhlak dan tugas.

Kedua, salat karena tanpa salat dan berdoa sulit mencapai sesuatu.

Terpenting mempersiapkan mental melalui organisasi.

Saya ikut organisasi di internal sekolah dan eksternal.

Untuk menunjang sertifikat, saya mengikuti lomba di luar sekolah mulai tingkat kota hingga nasional.

Saya beberapa kali mengikuti lomba debat, ikuti lomba seni fashion show tingkat nasional.

Hal ini menunjang saya masuk SNBP.

Sertifikat dari lomba diikuti sangat berpengaruh di SNBP, karena melihat prestasi kita punya.

Sekolah pun mendukung ini, kami tak dilarang mengikuti lomba apapun.

Jadi ketika ada lomba, langsung ikut saja.

Apa yang dipersiapkan untuk masuk FK UI?

Nayla Adiana Kholis: Untuk daftar melalui jalur SNBP, kami sarankan dari kelas 10 cari pengalaman di mana  pun, ikut lomba, ikut kegiatan karena itu akan membantu.

Sebab, bisa menjadi penunjang diterima melalui jalur SNBP dengan prestasi berupa sertifikat. 

Prestasi itu dipakai juga di jalur talent scouting.

Tak kalah penting, doa orang tua, restu guru dan berusaha berbuat baik kepada siapa pun dan meminta doa ke siapa pun karena doa kita akan didengar oleh Allah.

Jika itu menjadi manifestasi, akan kembali ke diri kita dan akan giat berusaha lagi.

Bagaimana cara menjaga konsistensi meraih mimpi?

Andi Sitti Fathimah Zahrah Al Ghafirah: Pesanku jangan pantang menyerah, karena bukan kampus mengejar kamu, tapi kamu mengejar kampus impianmu.

Kesempatan tidak datang dua kali, jadi selagi bisa mencoba, maka cobalah.

Nayla Adiana Kholis: Semangat kepada teman-teman yang berjuang untuk capai cita-citanya. Jangan takut mencoba dan berusaha.

Jangan takut gagal, karena untuk mencapai sesuatu itu bukan hanya satu jalur, tapi ada banyak cara.

Jangan lupa selalu menebar kebaikan, berdoa, dan terus berusaha.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved