UMI
Wisuda 3.024 Mahasiswa Rampung, Rektor UMI: Profesi Bukan Sekadar Pekerjaan, Tetapi Amanah
Selama tiga hari pelaksanaan wisuda, UMI melepas 3.024 wisudawan dan wisudawati.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Sudirman
Kepada Program Profesi Insinyur dan Fakultas Teknologi Industri, ia menekankan bahwa bangsa membutuhkan pembangun yang jujur, bukan sekadar perancang sistem.
Fakultas Farmasi dan Profesi Apoteker, ia menekankan pentingnya integritas dalam menjaga keselamatan obat dan layanan kesehatan.
Adapun kepada Fakultas Agama Islam, ia mengingatkan bahwa para lulusan adalah penjaga nurani masyarakat yang harus memastikan ilmu agama hidup dalam perilaku, bukan sekadar dibaca dalam teks.
Rektor juga menyinggung tantangan masa depan yang ditandai perubahan teknologi sangat cepat, hadirnya kecerdasan buatan, dan persaingan global yang semakin ketat.
Namun ia menegaskan bahwa teknologi mungkin dapat menggantikan sebagian keterampilan manusia, tetapi tidak akan pernah mampu menggantikan hati nurani.
Pesan ini menjadi penegasan bahwa keunggulan lulusan tidak hanya terletak pada kecakapan akademik, tetapi juga pada kualitas moral dan kemanusiaannya.
Rektor turut memaparkan penguatan mutu kelembagaan UMI.
Saat ini UMI memiliki 67 program studi pada jenjang Diploma Tiga, Sarjana, Profesi, Spesialis, Magister, dan Doktor.
Dari jumlah itu, 50 persen telah terakreditasi Unggul dan A, 48 persen terakreditasi Baik Sekali, B, dan Baik, sedangkan sekitar 2 persen merupakan program studi baru dengan akreditasi sementara.
Hingga saat ini, jumlah alumni UMI telah mencapai 142.995 orang, dan kampus ini juga memiliki 117 Guru Besar, yang disebut sebagai jumlah terbanyak pada perguruan tinggi swasta di Indonesia.
Capaian akademik UMI juga diperkuat dengan raihan 85 judul hibah nasional Program Bantuan Insentif Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Capaian itu menempatkan UMI sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta di luar Pulau Jawa yang masuk 10 besar peneliti terbanyak nasional.
Tidak hanya itu, UMI juga terus memperkuat posisinya sebagai kampus yang berjejaring global.
Saat ini mahasiswa dari Palestina, Aljazair, Yaman, Irak, Mesir, Timor Leste, dan berbagai negara lain belajar bersama di kampus tersebut.
Bahkan hingga saat ini terdapat 35 calon mahasiswa internasional yang mendaftar ke UMI.
| Profil Brigjen Helmi Kwarta Kusuma Putra Wakapolda Sulteng, Istrinya Lulus Magister Hukum di UMI |
|
|---|
| UMI Pasang Badan Bela JK Usai Dipolisikan Video Viral 'Mati Syahid', Rektor: Beliau Negarawan Utuh |
|
|---|
| Dari Aljazair, Bupati, Pejabat TNI-Polri, Jadikan Pascasarjana UMI Pusat Pengembangan Ilmu |
|
|---|
| 85 Judul Lolos Hibah BIMA, Prof Hambali: Ilmu Tak Boleh Berhenti di Laporan, Harus Jadi Solusi Umat |
|
|---|
| Setahun Tuntas! Riset DAS Tabo-tabo Pangkep Antar Ibas Bupati Lutim Lulus Cumlaude S2 Teknik UMI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-04-18-Prosesi-wisuda-hari-ketiga-Universitas-Muslim-Indonesia-UMI.jpg)