UMI
Wisuda 3.024 Mahasiswa Rampung, Rektor UMI: Profesi Bukan Sekadar Pekerjaan, Tetapi Amanah
Selama tiga hari pelaksanaan wisuda, UMI melepas 3.024 wisudawan dan wisudawati.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Universitas Muslim Indonesia menutup Wisuda Periode I Tahun 2026 di Hotel Claro Makassar dengan total 3.024 lulusan selama tiga hari.
- Pada hari terakhir, 1.081 wisudawan berasal dari berbagai fakultas dan program profesi, termasuk Kedokteran, Farmasi, Teknik, dan Agama Islam.
- Rektor Hambali Thalib menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan momentum penyerahan masa depan bangsa kepada lulusan.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Universitas Muslim Indonesia (UMI) menutup rangkaian Wisuda Periode I Tahun 2026.
Wisuda di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Sebanyak 1.081 wisudawan pada hari ketiga.
Rinciannya 130 wisudawan dari Fakultas Agama Islam, 147 dari Fakultas Teknologi Industri, 115 Program Profesi Insinyur.
312 Fakultas Kedokteran, 172 Program Profesi Dokter, 106 wisudawan dari Fakultas Farmasi, dan 99 Program Profesi Apoteker.
Selama tiga hari pelaksanaan wisuda, UMI melepas 3.024 wisudawan dan wisudawati.
Rektor UMI Prof Hambali Thalib mengatakan, angka bukan sekadar statistik, tetapi representasi dari penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pelayan kemanusiaan yang akan berkiprah di berbagai bidang strategis.
Hari wisuda bukan sekadar hari kelulusan.
Baca juga: Indahnya Toleransi, 4 Mahasiswi Non Muslim Wisuda di UMI Makassar
Melainkan hari penyerahan masa depan bangsa kepada para lulusan yang akan mengabdi di tengah masyarakat.
"Di balik toga dan gelar, ada perjuangan panjang yang telah dilalui para lulusan," ucap Prof Hambali Thalib.
"Ada yang harus berjaga malam, menghadapi kegagalan praktik, kelelahan menyelesaikan skripsi atau tugas akhir, hingga hampir menyerah karena beratnya perjalanan studi," tambahnya.
Namun semua perjuangan itu menjadi bukti bahwa para lulusan UMI adalah petarung sejati yang telah memilih untuk bertahan.
Ia menekankan dua hal penting kepada para wisudawan: profesi bukan sekadar pekerjaan, tetapi kepercayaan yang dipinjamkan Allah kepada manusia, dan gelar hanya akan bermakna bila dijalankan dengan integritas.
Secara khusus, Rektor menyampaikan pesan kepada setiap rumpun profesi.
Kepada Fakultas Kedokteran dan Profesi Dokter, ia menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan dokter yang mampu membaca hasil laboratorium, tetapi juga dokter yang mampu membaca rasa takut pasien.
| Profil Brigjen Helmi Kwarta Kusuma Putra Wakapolda Sulteng, Istrinya Lulus Magister Hukum di UMI |
|
|---|
| UMI Pasang Badan Bela JK Usai Dipolisikan Video Viral 'Mati Syahid', Rektor: Beliau Negarawan Utuh |
|
|---|
| Dari Aljazair, Bupati, Pejabat TNI-Polri, Jadikan Pascasarjana UMI Pusat Pengembangan Ilmu |
|
|---|
| 85 Judul Lolos Hibah BIMA, Prof Hambali: Ilmu Tak Boleh Berhenti di Laporan, Harus Jadi Solusi Umat |
|
|---|
| Setahun Tuntas! Riset DAS Tabo-tabo Pangkep Antar Ibas Bupati Lutim Lulus Cumlaude S2 Teknik UMI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-04-18-Prosesi-wisuda-hari-ketiga-Universitas-Muslim-Indonesia-UMI.jpg)