Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wawancara Khusus

57 Siswa Athirah Lulus ke Kampus Impian, 20 Diterima di UI

Andi Sitti Fathimah Zahrah Al Ghafirah lulus di jurusan arsitektur interior dan Nayla Adiana Kholis diterima di Fakultas Kedokteran UI.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Abdul Azis Alimuddin

Program selanjutnya ada observasi kampus.

Kami kunjungan kampus, ke Pulau Jawa, begitu pun di Kota Makassar.

Kelas 12 itu, mereka sudah yakin karena kalau programnya terlambat di kelas 12, anak-anak sekarang sulit, biasanya berubah.

Hari ini mau jadi dokter, besok berubah lagi.

Tapi di siswa Sekolah Islam Athirah, satu layanan kami adalah memastikan pemetaan karier di mulai dari kelas 10, sehingga persiapannya benar-benar matang.

Apa ciri khas program pendidikan di Athirah?

BJ Gunawan: Selain program ke-BK-aan bakat, minat, pemetaan profesi, kami juga berkolaborasi. 

Ini mungkin banyak sekolah belum gunakan, berkolaborasi dengan orang tua.

Kami ada program pekan profesi. Pekan profesi ini menghadirkan profesi dari orang tua, ada dokter, pengacara dan profesi lainnya kami hadirkan di sekolah.

Itu bekerja sama dengan orang tua.

Kami buka pendaftaran, lalu orang tua mendaftar, kemudian masuk di kelas.

Misalnya, anak-anak sudah dikelompokkan di kedokteran, mereka mendapat sharing season selama sejam dari praktisi di bidang tersebut.

Mereka tidak hanya mendapatkan informasi apa dijalani menjadi seorang dokter, tapi akan berinteraksi bagaimana mempersiapkan itu.

Contoh lainnya, mau jadi pengacara, tapi belum tahu jadi pengacara, tantangannya seperti apa, nah pekan profesi itu menjawab.

Jadi mereka sudah memvisualisasikan mau jadi apa, kami datangkan praktisi untuk semakin menguatkan.

Jadi informasi dari orang tua semakin menguatkan.

Kami juga ada program edu fair, kami mendatangkan kampus-kampus terbaik ke sekolah untuk membagikan informasi terkait jurusan-jurusan, karena itu sangat membantu buat siswa untuk memilih jurusan yang tepat.

Sebab, pihaknya masih mendapati siswa di kelas 10 cita-citanya berbeda, kemudian di kelas 11 juga berbeda, alhamdulillah proses itu terkawal dengan baik di Sekolah Islam Athirah.

Kelas 12 cukup singkat bagi siswa, apalagi sekarang ada tes kemampuan akademik (TKA), enam bulan terakhir dis semester ganjil itu mereka mempersiapkan TKA.

Setelah itu dipersiapkan masuk kampus, ada program pembimbingan, mulai SMBP, SMBT juga dan terakhir minggu lalu kami melakukan karantina kepada siswa kelas 12 yang belum lulus undangan untuk persiapan jalur tulis.

Jadi, programnya memang banyak untuk mewujudkan cita-cita siswa kami.

Salah satu keunggulan Sekolah Islam Athirah dari sekolah lain, kami memang costumer oriented, kepuasan customer itu sangat penting.

Kami pun selalu ada survei ke orang tua untuk minta feedback apa yang perlu dilakukan.

Dari hal itu, alhamdulillah kita dapat berita gembira, banyak anak-anak kami mewujudkan mimpinya. Semoga  pekan depan ujian UTBK, kami doakan banyak juga yang lulus.

Apa yang dirasakan selama mengikuti program Athirah?

Andi Sitti Fathimah Zahrah Al Ghafirah: Perjalanan di SMA Islam Athirah 1 Makassar dirasakannya sangat panjang dan banyak program disuguhkan kepada siswa.

Baginya, banyak program bermanfaat, karena kita tidak hanya disiapkan dari segi materi, mempersiapkan dunia perkuliahan, tapi juga disiapkan dari sisi keagamaan.

Selain menguatkan pondasi  kita di akademik, kami juga dikuatkan pondasinya di bidang keagamaan, seperti tahfiz camp dan kegiatan lain berhubungan dengan keagamaan.

Sehingga kita lebih tahu dan dapat menyesuaikan diri.

Jadi, setidaknya ketika merantau nanti, kita tak terlupakan dengan agama sendiri.

Program berkesan menurut saya adalah program village observation (VO), jadi kita sudah disiapkan secara mental menghadapi dunia perkuliahan. VO ini merupakan program hampir sama kuliah kerja nyata (KKN).

Bedanya VO dan KKN, kalau KKN biasanya sebulan, tapi di VO kita cuma seminggu di desa.

Kami banyak kegiatan di desa, seperti mengajar anak di sekolah, bertani, membersihkan masjid dan lain-lainya.

Jadi kami bisa merasakan dunia perkuliahan.

Tak hanya itu, kami ada program karya tulis ilmiah remaja (KIR) yang sama dengan skripsi.

Di sini, kami dibimbing khusus oleh mahasiswa dari berbagai kampus supaya tahu bagaimana skripsi itu melalui dari KIR ini. Jadi tidak kaget lagi di dunia perkuliahan.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved