Syarkawi Rauf: Konflik AS-Iran Ancam Stabilitas Ekonomi Global dan Indonesia
Syarkawi menjelaskan, lembaga internasional telah memproyeksikan peningkatan tensi risiko ekonomi global dalam waktu dekat
Penulis: Rudi Salam | Editor: Ari Maryadi
Pertama, pemerintah dinilai perlu meningkatkan kepercayaan pasar dengan memberikan kepastian melalui skenario kebijakan yang jelas, terutama terkait kemungkinan kenaikan harga minyak dunia.
Kedua, pemerintah diminta menyesuaikan proyek-proyek strategis dengan kondisi fiskal.
Menurut Syarkawi, investor membutuhkan sinyal bahwa program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun proyek lainnya akan disesuaikan jika tekanan ekonomi semakin berat.
“Kalau pemerintah menyatakan ada kemungkinan revisi program saat kondisi memburuk, kepercayaan investor justru akan meningkat,” katanya.
Ketiga, ia menekankan pentingnya perhatian terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Berkaca dari krisis 1997-1998, UMKM dinilai sebagai sektor yang paling mampu bertahan.
“Relaksasi bunga, pemutihan utang UMKM, dan dukungan kepada sektor usaha harus menjadi prioritas saat krisis,” kata alumnus Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas tersebut.
| Dekan FEB Unibos: Konflik AS-Iran Picu Efek Domino Ekonomi |
|
|---|
| Dipinjam dari PSM Makassar, Abu Kamara 'Menghilang' dari Skuad Persis Solo Lawan Arema FC |
|
|---|
| Aksa Mahmud Tantang Mahasiswa Unibos Berani Jadi Pemimpin |
|
|---|
| Seminar Nasional Unibos Kupas Konflik AS–Iran dan Risiko Ekonomi Global |
|
|---|
| Langgar Edaran Disdik, SD Inpres 1 Antang Diduga Pungut Rp450 Ribu Acara Perpisahan di Hotel Mewah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260417-Syarkawi-Rauf-232.jpg)