Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Universitas Hasanuddin

Prof Tuti Bahfiarti: Mimpi Saya Jadi Dekan Perempuan Pertama di FISIP Unhas

Pemilihan Dekan FISIP Unhas diikuti empat bakal calon termasuk diantaranya Prof Prof Tuti Bahfiarti.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
FISIP UNHAS - Bakal calon Dekan FISIP Unhas nomor urut 3 Prof Tuti Bahfiarti dalam tahapan penyerapan aspirasi dan pemaparan visi misi di Gedung Ipteks, Kampus Unhas, Jl Perintis Kemerdekaan, pada Kamis (16/4/2026). Prof Tuti Bahfiarti berpeluang jadi perempuan pertama jabat Dekan FISIP Unhas. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Prof Tuti Bahfiarti bermimpi jadi dekan perempuan pertama di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Hasanuddin (Unhas).

Mimpi ini disampaikan Bakal Calon Dekan Fisip nomor urut 3 Prof Tuti Bahfiarti dihadapan dosen, mahasiswa hingga alumni Fisip Unhas dalam tahapan penyerapan aspirasi dan pemaparan visi misi di Gedung Ipteks, Kampus Unhas, Jl Perintis Kemerdekaan, pada Kamis (16/4/2026).

"Saya sebetulnya sangat bermimpin. Mimpi saya menjadi dekan pertama perempuan," kata Prof Tuti Bahfiarti 

Prof Tuti Bahfiarti mengusung visi 'Fisip Berkarakter Humanis, Kolaboratif, Adaptif Digital dan berdampak pada kompetitif nasional dan internasional berbasis Benua Maritim Indonesia'.

Prof Tuti punya sederet ide dalam mengembangkan Fisip Unhas.

Mulai dari menguatkan implementasi penerapan kurikulum, lalu mempertahankan akreditasi nasional dan internasional.

Hingga memfasilitasi dosen dalam seminar nasional dan internasional.

Baca juga: Profil Prof Muhammad Alhamid Calon Dekan FISIP Unhas, eks Ketua DKPP dan Bawaslu RI

Prof Tuti juga ingin mengoptimalkan mahasiswa berkegiatan di luar kampus.

"Saya melihat juga ada kesusahan ketika ingin naik pangkat,  saya kemudian berikan pendampingan kenaikan jabatan fungsional," katanya.

Dari sisi infrastruktur, Prof Tuti ingin segera merenovasi ruang-ruang kelas. 

Termasuk segera menyelesaikan pembangunan gedung baru 7 lantai.

"Kita sudah punya gedungnya, mudah-mudahan gedung 7 lantai itu bisa diselesaikan. Mungkin tidak langsung 7 lantai, tapi satu dulu, dua dulu. Untuk antisipasi kekurangan mahasiswa kita yang banyak dan ruangan minim," kata Prof Tuti.

Selain itu, Prof Tuti juga siap menerapkan smart class sebagai kunci pelajaran adaptid. 

"Kemudian wifi, kita sama-sama terbelenggu wifi," sambungnya.

Baca juga: Sudah Mundur Tapi Ditolak, Inilah Permintaan Prof Hasniati ke Pendukungnya di Pildek Fisip Unhas

Prof Tuti ingin ada peningkatan kapasitas WiFi pembelajaran dan lingkungan kerja dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved