Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemilihan Dekan FISIP Unhas

Profil Prof Muhammad Alhamid Calon Dekan FISIP Unhas, eks Ketua DKPP dan Bawaslu RI

Prof Muhammad Alhamid berjanji jika terpilih, sebagian gaji dekan akan dialokasikan khusus ke lembaga mahasiswa.

Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
CALON DEKAN - Bakal calon nomor urut 2 Prof Muhammad  dalam tahapan penyerapan aspirasi dan pemaparan visi misi di Gedung Ipteks, Kampus Unhas, Jl Perintis Kemerdekaan, pada Kamis (16/4/2026). Profil Prof Muhammad. 

Ringkasan Berita:
  • Prof Muhammad Alhamid merupakan salah satu kandidat Dekan FISIP Universitas Hasanuddin yang bersaing dengan Prof Tuti Bahfiarti dan Prof Phil Sukri, setelah Prof Hasniati memilih mundur. 
  • Ia dikenal membawa komitmen kuat terhadap penguatan lembaga kemahasiswaan, bahkan berjanji mengalokasikan sepertiga honor dekan untuk mendukung aktivitas mahasiswa.
  • Prof Muhammad Alhamid mengusung visi “FISIP Unhas 2030” sebagai fakultas berkarakter, berdampak, mandiri, dan berorientasi pada pembangunan maritim

TRIBUN-TIMUR.COM - Profil Prof Muhammad Alhamid Calon Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas.

Prof Muhammad Alhamid bersaing dua orang lainnya memimpin FISIP Unhas yaitu 

Prof Muhammad Alhamid bersaing Prof Dr Tuti Bahfiarti dan Prof Dr Phil Sukri.

Satu orang lainnya yaitu Prof Dr Hasniati memilih mengundurkan diri.

Prof Muhammad Alhamid berjanji jika terpilih, sebagian gaji dekan akan dialokasikan khusus ke lembaga mahasiswa.

"Saya sangat sedih sampai hari ini kita belum punya ketua BEM, saya beberapa kali jalan ke lembaga mahasiswa ada beberapa bagian perlu diperbaiki. Sudah cukup bagus, terlihat suasana demokrasi," kata Prof Muhammad.

Baca juga: Janji Prof Muhammad Hebohkan Fisip Unhas: Siap Sumbang Sepertiga Gaji Dekan untuk Lembaga Mahasiswa

"Saya mau berjanji kalau allah takdirkan saya dekan dan senator dukung saya, sepertiga honor dekan saya berikan ke lembaga mahasiswa," sambungnya.

Prof Muhammad membawa visi 'Fisip Unhas 2030 akan menjadi Fakultas Berkarakter, Berdampak, Mandiri, berorienyasi SDHs dalam menavigasi Masa Depan Benua Maritim Indonesia'.

Prof Muhammad menekankan pada mahasiswa berkarakter.

Salah satunya Prof Muhammad ingin membangun budaya agar mahasiswa dan dosen tidak berjarak, namun tetap mengedepankan tata krama.

"Kita ingin tidak ada jarak antara mahasiswa dan dosen, tapi tetap ada tata krama. Saya sangat senang kalau ke kantin, disapa mahasiswa apa kabar pak muhammad," katanya.

Selain itu, persoalan integritas juga jadi fokusnya.

Dosen, pegawai hingga mahasiswa punya indikator integritas masing-masing.

Dirinya menginginkan integritas ini tertanam dari diri sendiri, bukan hanya karena pengawasan.

"Dosen mengajar tepat waktu, mahasiswa hadir tepat waktu, dekan melaksanakan tugas tepat waktu, pegawai juga begitu. Bukan karena ceklok atau diawasi WD II," jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved