UMI
Kolaborasi UMI dan RSIA Ananda, dr Kaisar Razak Bekali Skill Darurat Tenaga Kesehatan
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan teknik pemasangan infus melibatkan seumlah tenaga kesehatan di RSIA Ananda.
Ringkasan Berita:
- Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar pelatihan BHD dan pemasangan infus di RSIA Ananda.
- Pelatihan fokus pada peningkatan kesiapsiagaan tenaga kesehatan, mencakup penanganan darurat, simulasi RJP, dan praktik langsung agar peserta siap menghadapi kondisi kritis.
- Kolaborasi kampus dan rumah sakit memperkuat kualitas layanan kesehatan, sekaligus meningkatkan kompetensi dan kepercayaan diri tenaga medis dalam menangani pasien darurat.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) menunjukkan kiprahnya dalam penguatan sektor kesehatan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan teknik pemasangan infus melibatkan seumlah tenaga kesehatan di RSIA Ananda, Jl Andi Djemma, Makassar, Kamis (26/3/2026) lalu.
Kegiatan merupakan bagian dari implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi UMI yang mengintegrasikan aspek pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pendidikan karakter dan dakwah Islamiyah.
Program ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan secara cepat dan tepat.
Pelatihan dipimpin dr Kaisar Razak selaku dosen pengabdi sekaligus instruktur utama.
Dengan pengalaman di bidang anestesi dan penanganan kondisi kritis, ia memberikan pembekalan secara menyeluruh kepada peserta.
Dalam sesi materi, dr Kaisar menekankan kemampuan BHD menjadi fondasi utama dalam penanganan pasien darurat.
Baca juga: Membanggakan! Tahun Lalu Posisi 131, UMI Kini Peringkat 73 Kampus Terbaik Indonesia Versi Uniranks
“BHD bukan sekadar keterampilan tambahan, tetapi kompetensi wajib bagi setiap tenaga kesehatan karena sangat menentukan keselamatan pasien di fase awal,” jelasnya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya kesiapan individu, baik secara mental maupun teknis, saat menghadapi kondisi darurat yang dapat terjadi kapan saja.
Menurutnya, tindakan cepat harus tetap mengacu pada prosedur medis yang telah ditetapkan.
Peserta kegiatan terdiri dari perawat, bidan, hingga tenaga kesehatan lingkungan yang bertugas di RSIA Ananda.
Sepanjang pelatihan berlangsung, mereka terlihat aktif mengikuti setiap sesi yang diberikan, baik teori maupun praktik.
Materi yang disampaikan meliputi penanganan kegawatdaruratan dasar, simulasi Resusitasi Jantung Paru (RJP), serta praktik langsung pemasangan infus.
Metode pelatihan yang interaktif membuat peserta dapat memahami materi secara lebih mendalam.
| Peringati Hari Telekomunikasi 2026, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMI Serukan Cerdas dan Bijak Bermedia |
|
|---|
| Profil Andi Rangga Anak Ketua DPRD Sinjai Calon Ketua HIPMI PT UMI |
|
|---|
| Puluhan Mahasiswa yang Ditangkap saat Demo Ricuh 3 Dekade Amarah UMI Dipulangkan |
|
|---|
| FK UMI dan Basarnas Makassar Kolaborasi Kedaruratan |
|
|---|
| Hadiri Rakornas ALPTKSI, Prof Dirgahayu: UMI Tidak Sekadar Hadir, Kami Datang untuk Menguatkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260330-Pelatihan-BHD-UMi-RSIA-Ananda.jpg)