Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Yosep Sampurna Ajak Mahasiswa Makassar UMI Jadi Sobat HAM

Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia, Yosep Sampurna Nggarang, mendorong mahasiswa di Makassar berperan aktif menyebarkan nilai-nilai HAM.

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/Rudi Salam
PEGUATAN KAPASITAS HAM - Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia Bidang Pemenuhan HAM, Yosep Sampurna Nggarang, saat menjadi narasumber dalam sosialisasi bertajuk “Penguatan Kapasitas HAM Bagi Masyarakat” di Auditorium Al Jibra, Kampus UMI Jalan Urip Sumoharjo, Makassar,, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini bukan hanya diikuti mahasiswa UMI, tetapi mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar.   

Ringkasan Berita:
  • Staf Khusus Menteri HAM, Yosep Sampurna Nggarang, mendorong mahasiswa di Makassar menjadi penggerak penyebaran nilai-nilai hak asasi manusia. 
  • Hal itu disampaikan dalam sosialisasi “Penguatan Kapasitas HAM Bagi Masyarakat” di Kampus Universitas Muslim Indonesia. 
  • Kegiatan ini juga menekankan pentingnya pendekatan budaya Bugis-Makassar dalam memperkuat pemahaman HAM di masyarakat.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia Bidang Pemenuhan HAM, Yosep Sampurna Nggarang, mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam menyebarkan nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) di lingkungan masyarakat. 

Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam sosialisasi bertajuk “Penguatan Kapasitas HAM Bagi Masyarakat” di Auditorium Al Jibra, Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini bukan hanya diikuti mahasiswa UMI, tetapi mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor UMI, Prof Hambali Thalib.

Yosep menjelaskan kegiatan sosialisasi HAM tidak hanya menyasar satu kampus, tetapi akan dilakukan secara berkelanjutan di berbagai perguruan tinggi di Sulsel. 

Menurutnya, mahasiswa merupakan generasi muda yang memiliki peran penting dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

“Kami berharap mahasiswa bisa menjadi sobat HAM ke depannya. Mereka adalah generasi muda, khususnya Gen Z, yang nantinya akan berada di berbagai sektor dan dapat menjadi penggerak dalam menanamkan nilai-nilai HAM,” jelasnya.

Ia mengatakan, sosialisasi yang dilakukan Kementerian HAM merupakan bagian dari program kerja yang menyasar berbagai lapisan masyarakat. 

Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilakukan kepada ratusan masyarakat sebelum menyasar kalangan mahasiswa.

Dalam pemaparannya, Yosep juga menekankan pentingnya pendekatan budaya lokal dalam memperkuat pemahaman HAM

Ia menilai nilai-nilai budaya Bugis-Makassar memiliki keterkaitan kuat dengan prinsip-prinsip HAM yang bersifat universal.

Menurutnya, konsep budaya seperti siri’, pacce, sipakatau, sipakainge, dan sipakalebbi mengandung nilai penghormatan terhadap sesama manusia, empati, keadilan, saling mengingatkan, dan solidaritas.

“Sebenarnya nilai-nilai tersebut sudah lama diajarkan dalam budaya kita. Bahkan sebelum konsep HAM modern berkembang, masyarakat kita sudah mengenal nilai penghormatan, empati, dan solidaritas,” jelas Yosep.

Ia menambahkan, penguatan nilai-nilai tersebut perlu terus dilakukan melalui berbagai cara.

Seperti pendidikan di sekolah maupun kegiatan kebudayaan yang melibatkan masyarakat.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved