Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pelaut Sulsel Hilang di Selat Hormuz

Corps Alumni Bumi Seram Makassar: Prihatin, Capt Miswar Paturusi Nakhoda Musaffah 2 Alumni Kami

Dewan Pimpinan Pusat Corps Alumni Bumi Seram Makassar (DPP CABM) prihatin atas insiden menimpa Capt Miswar (50)

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Edi Sumardi
Tribun-timur.com/DOK PRIBADI
KECELAKAAN MUSAFFAH 2 - Kolase foto Ketua Dewan Pimpinan Pusat Corps Alumni Bumi Seram Makassar (DPP CABM), Capt Agus Salim (kiri) dan Capt Miswar (kanan) nakhoda kapal Musaffah 2 yang kecelakaan di perairan Selat Hormuz, Jumat pekan lalu. Setelah empat hari sejak dilaporkan mengalami insiden, DPP CABM surati perusahaan dan KBRI demi pastikan update pencarian. 

Marliani mengungkapkan, kabar mengenai insiden tersebut pertama kali diterima keluarga pada Jumat (7/3/2026) sekitar pukul 10.00 WITA dari rekan kerja suaminya di dunia pelayaran.

“Informasi itu disampaikan oleh rekan satu perusahaan suami saya yang menghubungi melalui ponsel anak kami,” ujar Marliani saat ditemui Tribun-Timur.com, Senin (9/3/2026).

Ia mengatakan komunikasi terakhir dengan suaminya terjadi pada Kamis (5/3/2026) pagi. Saat itu Miswar masih sempat berbicara dengannya dan memberi tahu rencana pelayaran yang akan dilakukan.

Pada siang hari sekitar pukul 13.00 WITA, Miswar juga diketahui sempat membaca pesan dari anaknya melalui aplikasi percakapan, namun pesan tersebut tidak sempat dibalas.

“Pesannya sempat dibaca, tapi tidak sempat dibalas. Setelah itu sudah tidak ada lagi kabar,” kata Marliani.

Selama ini Capt Miswar diketahui bekerja di pelabuhan Abu Dhabi sebagai pemandu kapal-kapal besar yang hendak masuk ke pelabuhan.

Menurut Marliani, insiden yang menimpa suaminya terjadi saat kapal yang dinakhodai Miswar berada di ujung Selat Hormuz dan telah mendekati wilayah Oman, negara yang bertetangga dengan Iran dan dipisahkan oleh Selat Hormuz.

Kapal tersebut diduga terkena serangan drone tempur, meskipun hingga kini belum diketahui asal drone tersebut.

Keluarga juga masih menerima berbagai versi informasi terkait kejadian tersebut.

Bahkan, istri dari rekan satu kapal Miswar, yakni Chief Engineer Sirajuddin, sempat datang ke rumah Marliani untuk mencari informasi mengenai kondisi suaminya.

“Tadi ada istri dari Bapak Sirajuddin datang ke rumah bersama anaknya. Beliau juga belum menerima informasi yang pasti dan masih menunggu kabar dari perusahaan maupun pihak KBRI,” ujarnya.

Marliani menuturkan suaminya telah lebih dari dua dekade berkarier di dunia pelayaran.

“Kalau di perusahaan sekarang mungkin sekitar 10 tahun,” katanya.(*)

Sebelum hilang kontak, Miswar juga sempat menyampaikan kepada rekan-rekannya bahwa kapal yang dipimpinnya mengalami gangguan pada sistem navigasi.

Hingga kini keluarga mengaku belum menerima keterangan resmi secara tertulis dari pihak perusahaan mengenai insiden tersebut.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved