Terpinus Wamang dan Mimpi Besar Jadi Sarjana Teknik UMI Lewat Analisis Sagu Papua
Terpinus merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri UMI, yang tercatat sejak 2021.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Terpinus Wamang (29), mahasiswa asal Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, mengikuti ujian seminar hasil di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Rabu (22/4/2026).
Terpinus merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri UMI, yang tercatat sejak 2021.
Ia memaparkan hasil penelitiannya berjudul “Analisis Pengembangan Pengolahan Sagu di Papua Guna Mengurangi Variabilitas dan Meningkatkan Pemasaran Produk.”
Dalam seminar tersebut, Terpinus mempresentasikan penelitian di hadapan dua pembimbing dan tiga dosen penguji.
Penelitiannya berfokus pada pengembangan pengolahan sagu sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dan pemasaran komoditas pangan khas Papua.
Ketua pembimbing, Dr Irma Nur Afiah, menyatakan hasil penelitian Terpinus dapat diterima dengan sejumlah perbaikan.
Sementara itu, salah satu penguji, Ir H Muhammad Dahlan, memberikan masukan terkait sinkronisasi latar belakang dan tujuan penelitian.
Terpinus menjelaskan bahwa penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh peran sagu sebagai makanan pokok masyarakat Papua.
Ia berharap sagu tidak hanya dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pembimbing kedua, Dr Ahmad Padhil, mengatakan Terpinus merupakan mahasiswa lanjutan dari jenjang Diploma 3 di Akademi Teknik Industri Makassar (ATIM) sebelum melanjutkan ke program sarjana di UMI.
Ia menambahkan, proses studi Terpinus menghadapi sejumlah tantangan, termasuk keterbatasan akses transportasi dan komunikasi di daerah asalnya.
Bahkan, penelitian skripsinya sempat tertunda sekitar satu tahun karena kendala tersebut.
Meski demikian, pihak kampus mengapresiasi ketekunan Terpinus dalam menyelesaikan studinya.
Proses bimbingan dilakukan secara kombinasi, baik daring maupun luring, hingga ia dapat mencapai tahap seminar hasil.
Untuk menempuh pendidikan di Makassar, Terpinus harus melakukan perjalanan udara dari Papua dengan beberapa kali transit, mengingat tidak tersedianya akses darat dari kampung halamannya menuju ibu kota kabupaten.(*)
| Calon Ketua Umum Gus Salam Garap Basis Nasaruddin Umar di Sulsel Jelang Muktamar PBNU |
|
|---|
| Budi Arie Serukan Konsolidasi Total Konferda Projo Sulsel, Anak Muda Diminta Jadi Motor Organisasi |
|
|---|
| Haru Wisuda SPIDI, Puluhan Siswi Tembus Kampus Top dan Siap Kuliah Luar Negeri |
|
|---|
| PSM Makassar Mode Senyap Bursa Transfer Super League: Persija Cuci Gudang, Bagaimana Persib Bandung? |
|
|---|
| Kiper Menumpuk, Tiga Penjaga Gawang Juku Eja ‘Nganggur’ di Super League 2025/2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Suasana-seminar-hasil-dari-Terpinus-Wamang-29-mahasiswa-FTI-UMI.jpg)