Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pelaut Sulsel Hilang di Selat Hormuz

Corps Alumni Bumi Seram Makassar: Prihatin, Capt Miswar Paturusi Nakhoda Musaffah 2 Alumni Kami

Dewan Pimpinan Pusat Corps Alumni Bumi Seram Makassar (DPP CABM) prihatin atas insiden menimpa Capt Miswar (50)

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Edi Sumardi
Tribun-timur.com/DOK PRIBADI
KECELAKAAN MUSAFFAH 2 - Kolase foto Ketua Dewan Pimpinan Pusat Corps Alumni Bumi Seram Makassar (DPP CABM), Capt Agus Salim (kiri) dan Capt Miswar (kanan) nakhoda kapal Musaffah 2 yang kecelakaan di perairan Selat Hormuz, Jumat pekan lalu. Setelah empat hari sejak dilaporkan mengalami insiden, DPP CABM surati perusahaan dan KBRI demi pastikan update pencarian. 

“Mulai kemarin hingga hari ini kami sudah menyurat secara resmi ke KBRI di Oman, Abu Dhabi, Kementerian Perhubungan Laut, serta perusahaan tempat beliau bekerja di Abu Dhabi,” ujar Agus.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah berkomunikasi langsung dengan perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Muscat, Oman, untuk memperoleh perkembangan terbaru.

“Kami juga sudah berkomunikasi dengan KBRI Muscat dan perwakilan perusahaan. Jika ada perkembangan terbaru, akan segera kami sampaikan kepada pihak keluarga,” katanya.

Agus menegaskan organisasinya akan terus memantau proses penanganan insiden tersebut serta memberikan dukungan moral kepada keluarga Capt Miswar.

Menurutnya, organisasi alumni berkomitmen mengawal proses komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar berjalan transparan dan akuntabel.

“Kami berkomitmen memberikan dukungan moral dan pendampingan yang diperlukan kepada keluarga,” ujarnya.

Ia juga menyebut koordinasi dengan otoritas Indonesia di luar negeri terus berjalan, termasuk pemantauan terhadap kru kapal asal Indonesia yang terlibat dalam pelayaran tersebut.

“KBRI Muscat juga sudah melakukan koordinasi dan monitoring kepada semua kru Indonesia yang terlibat,” katanya.

Di tengah tingginya perhatian publik terhadap kasus ini, DPP CABM mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Agus meminta semua pihak menunggu keterangan resmi dari keluarga, perusahaan, maupun otoritas terkait.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan dan doa bagi Capt Miswar dan keluarganya.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moral dan doa bagi keselamatan serta ketabahan keluarga Capt Miswar,” katanya.

Keluarga Belum Terima Kabar Resmi

Sementara itu, istri Capt Miswar, Marliani Ahmad (47), mengatakan hingga kini keluarga belum dapat memastikan kondisi suaminya. Informasi sementara yang diterima keluarga menyebutkan bahwa Miswar masih dinyatakan hilang.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved