Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

UNM

Terosobosan Prof Farida: Naikkan Dana Riset Rp43 Miliar, Tata Kelola Keuangan Digitalisasi ‎

Universitas Negeri Makassar (UNM) menambah anggaran penelitian hingga Rp43 miliar pada tahun 2026 ini.

Penulis: Makmur | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com
ANGGARAN RISET UNM-Plt Rektor UNM Profesor Farida Patittingi saat berada di Menara Pinisi, Jl AP Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Prof Farida membuat terobosan barus dengan menaikan anggaran riset tiga kali lipat menjadi Rp43 miliar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Negeri Makassar (UNM) menghadirkan terobosan kebijakan baru di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor, Professor Dr Farida Patittingi SH MHum.

‎‎Kebijakan tersebut menitikberatkan pada percepatan riset melalui peningkatan signifikan alokasi dana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, penguatan insentif publikasi internasional bereputasi, serta digitalisasi tata kelola keuangan kampus melalui peluncuran Sistem Aplikasi Keuangan UNM (SAKU).

‎‎Kebijakan ini diumumkan dalam rapat pimpinan yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 6 Menara Pinisi UNM, Jumat (20/2/2026), dan dihadiri seluruh unsur pimpinan universitas, mulai dari Ketua Senat, Wakil Rektor, Ketua Majelis Profesor, para Dekan dan Direktur Pascasarjana, Kepala Biro hingga Ketua SPI.

‎‎Pada tahun 2026, UNM mengalokasikan anggaran sebesar Rp43 miliar untuk penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta insentif publikasi jurnal internasional bereputasi.

‎‎Jumlah tersebut meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

‎‎Skema riset difokuskan pada sistem kompetisi yang mencakup riset kolaborasi internasional, percepatan guru besar, penelitian dasar, dan penelitian terapan.

‎‎Prof Farida Patittingi menegaskan, peningkatan anggaran tersebut merupakan bentuk komitmen universitas dalam memperkuat budaya akademik.

Baca juga: Penjelasan Prof Farida Patittingi Soal Pengajuan Kasasi UNM ke MA

‎‎“Kami ingin riset di UNM tidak hanya meningkat dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas dan dampaknya. Karena itu, kami perkuat pendanaan, perluas kolaborasi internasional, dan dorong percepatan guru besar,” ujarnya.

‎‎Ia menambahkan, skema kompetisi dirancang agar dosen lebih termotivasi menghasilkan luaran riset yang bereputasi dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

‎‎“Target kami jelas, publikasi internasional bereputasi meningkat dan jejaring global semakin luas,” katanya.

‎‎Selain peningkatan anggaran riset, alokasi insentif publikasi pada jurnal internasional bereputasi juga melonjak hingga 22 kali lipat.

‎‎Insentif diberikan kepada dosen yang berhasil mempublikasikan artikel pada jurnal kategori top tier dan terindeks Scopus Q1–Q2.

‎‎Proses pengajuan dilakukan melalui aplikasi dan akan direview oleh tim penilai yang memiliki kompetensi kuat di bidang publikasi ilmiah serta integritas akademik yang teruji.

‎‎“Prosesnya transparan dan objektif. Reviewer ditetapkan melalui Keputusan Rektor sehingga kualitas dan integritas penilaian tetap terjaga,” jelasnya.

‎‎Di sisi tata kelola, UNM juga resmi menerapkan sistem pengelolaan keuangan berbasis digital melalui aplikasi SAKU yang dapat diakses melalui laman sakucore.web.id.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved