Universitas Negeri Makassar
Prof Karta Jayadi Khawatir Opini Media Sosial dan Demo Hambat Kemajuan UNM
Prof Karta Jayadi dinonaktifkan sebagai Rektor UNM setelah dilaporkan atas dugaan pelecehan.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Alfian
Ringkasan Berita:
- Prof Karta Jayadi dinonaktifkan sebagai Rektor UNM setelah dilaporkan atas dugaan pelecehan.
- Setelah diangkatnya Prof Faridah Patittingi sebagai Plt Rektor UNM, Prof Karta Jayadi dipastikan tak lagi bisa kembali menjabat sebagai rektor.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Setelah tak lagi menjabat rektor, Prof Karta Jayadi mengkhawatirkan kemajuan di internal Universitas Negeri Makassar (UNM).
Menurut Prof Karta Jayadi, dinamika yang terjadi saat ini di UNM tak terlepas dari banyaknya opini liar yang berseliweran di media sosial.
Termasuk kasus yang ia alami sehingga harus diberhentikan sebagai Rektor UNM sebelum masa jabatan berakhir.
Prof Karta Jayadi untuk pertama kalinya berbicara ke publik melalui wawancara khusus bersama Tribun Timur, Minggu (15/2/2026).
Prof Karta Jayadi menyampaikan pesan khusus kepada civitas akademika Universitas Negeri Makassar (UNM) usai tidak lagi menjabat sebagai rektor.
Guru besar Fakultas Seni dan Desain itu diketahui tidak bisa lagi menjadi rektor usai perubahan status kepemimpinan di UNM.
Prof Farida Patittingi sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Rektor UNM.
Namun kini, guru besar Fakultas Hukum Unhas itu ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor.
Menurut Prof Karta Jayadi jabatan merupakan bagian dari tahapan kepemimpinan yang akan terus bergulir.
Baca juga: Prof Karta Jayadi: Saya Tidak Kejar Jabatan, Saya Mencari Keadilan!
Karena itu, ia berharap kepemimpinan yang baru tetap melanjutkan fondasi yang telah ada.
“Saya berharap tetaplah mengakar terhadap apa yang dibangun UNM. Karena kami di UNM, kami paham,” kata Prof Karta, dalam wawancara eksklusif Tribun Timur yang ditayangkan melalui YouTube Tribun Timur, Minggu (15/2/2026).
Baca juga: Eks Rektor UNM Prof Karta Jayadi: Terus Terang Saya Sangat Kecewa!
Bagi Prof Karta, siapa pun yang memimpin, keberlanjutan pembangunan kampus harus menjadi prioritas.
Ia mengingatkan pentingnya pemimpin untuk mendengar suara civitas akademika sebagai bagian dari proses membangun institusi yang lebih maju.
“Kemudian mencoba bersama-sama membangun UNM ke arah lebih maju,” kata mantan Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan UNM tersebut.
Terkait pesan kepada rektor selanjutnya, Prof Karta menyoroti pentingnya menjaga proses kepemimpinan tetap berada dalam koridor hukum dan etika.
Ia mengingatkan agar dinamika kampus tidak hanya bertumpu pada opini di media sosial atau tekanan demonstrasi tanpa dasar hukum yang jelas.
“Kalau begini keadaan sekarang, kalau orang mengandalkan media sosial, orang mengandalkan demo, dan tidak berlandaskan hukum, itu bisa terjadi dan akan terulang. Siapapun nanti, orang UNM banyak, yang menanti jabatan itu terlalu sedikit untuk dibagi. Kalau ini menjadi kebenaran nanti, maka akan terjadi terus,” jelasnya.
Menjelang bulan suci Ramadan, Prof Karta juga menyampaikan pesan reflektif kepada seluruh civitas akademika UNM.
Ia mengajak semua pihak untuk melakukan introspeksi diri dan kembali kepada nilai-nilai spiritual.
“Semoga kita suci bersih menghadapi bulan Ramadan. Kembalilah kepada fitrahnya dan serahkan semuanya kepada Allah SWT,” kata profesor kelahiran Maros, 8 Juli 1965 tersebut.(*)
| FISH UNM Gandeng SMAN 1 Jeneponto, Riset Ketahanan Mental Siswa di Era Digital |
|
|---|
| Plt Rektor UNM Prof Farida Patittingi: Joki Penerimaan Mahasiswa Baru Harus Dihukum Tegas |
|
|---|
| Tim PkM Sosiologi UNM Berdayakan Nelayan Barrang Lompo |
|
|---|
| UNM Peringkat 1 Proposal Terbanyak Lolos Pendanaan BIMA 2026 Kategori LPTK |
|
|---|
| Galau Lihat Wisudawan UNM Rata-rata Cumlaude, Akbar Faisal: IPK Saya Dulu 2,2 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-02-14-Prof-Karta-Jayadi-eks-Rektor-UNM.jpg)