Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

UNM Kenalkan Prodi Pendidikan Bahasa Bugis ke Siswa SMA Parepare, Pangkep, Maros dan Soppeng

Prodi Pendidikan Bahasa Bugis UNM disosialisasikan ke sejumlah SMA jelang penerimaan mahasiswa baru 2026.

Tayang:
Editor: Ilham Arsyam
Dokumentasi Pribadi/Tim Sosialisasi UNM
PRODI BAHASA BUGIS - Tim Sosialisasi Prodi Pendidikan Bahasa Bugis Univesitas Negeri Makassar (UNM) saat berkunjung ke SMA Negeri 5 Parepare, Rabu (11/2/2026). UNM mulai memperkenalkan Prodi Pendidikan Bahasa Bugis sebagai salah satu prodi unggulan di tahun 2026. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Bugis Universitas Negeri Makassar (UNM) disosialisasikan ke sejumlah SMA jelang penerimaan mahasiswa baru 2026. 

Sosialisasi digelar 3 hari. Dari 3 hingga 5 Februari 2026. Menyasar 4 daerah, yakni Kota Parepare, Kabupaten Pangkep, Maros dan Soppeng.

Sosialisasi pertama, 3–4 Februari di Parepare dan Pangkep dipimpin Dr Asis Nojeng.

“Sosialisasi ini kami lakukan untuk memberikan informasi yang utuh kepada siswa tentang Prodi Pendidikan Bahasa Bugis UNM, terutama menjelang penerimaan mahasiswa baru 2026,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Di Kota Parepare, tim menyambangi SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 5. Sementara di Pangkep, sosialisasi dilakukan di SMA Negeri 3 dan SMA Negeri 1.

“Ini bagian dari upaya kami mendekatkan kampus kepada calon mahasiswa,” tambah Nojeng.

Rabu–Kamis (4–5 Februari) tim menyasar Maros dan Soppeng diketuai Dr Andi Agussalim Aj.

Dia menyampaikan, kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat akses informasi bagi siswa kelas akhir sekaligus membuka ruang dialog mengenai pilihan program studi yang relevan.

“Kami ingin mereka mendapatkan informasi yang jelas tentang jalur masuk, gambaran perkuliahan, hingga prospek lulusan,” ujarnya.

Di Maros, kegiatan berlangsung di SMA Negeri 2. Sementara di Soppeng, sosialisasi digelar di 3 sekolah, yakni SMA Negeri 1, SMA Negeri 3, dan SMA Negeri 6.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah UNM, Dr Syamsudduha mengatakan, sosialisasi ini sekaligus memberikan gambaran umum tentang profil prodi, arah pembelajaran, serta peluang.

Ia menegaskan, penguatan minat terhadap studi bahasa daerah perlu dibangun sejak di bangku sekolah.

ia berharap, generasi muda memandang bahasa bugis bukan hanya sebagai identitas, tetapi juga sebagai bidang keilmuan yang memiliki peluang dan kontribusi nyata.

“Kami berharap sosialisasi ini membantu siswa menentukan pilihan studi dengan lebih percaya diri, sekaligus melihat peluang kontribusi lulusan Pendidikan Bahasa Bugis di dunia pendidikan,” ungkapnya.

“Bahasa Bugis tidak hanya soal tradisi, tetapi juga ilmu dan masa depan. Melalui prodi ini, mahasiswa mempelajari bahasa, sastra, dan kebudayaan Bugis secara akademik, serta ikut berperan dalam pelestarian dan penguatan literasi lokal,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved