Sekolah Lansia Tamamaung UIM Al-Gazali Jadi Ruang Dialog Lanjut Usia dan Anak Muda
Program ini mencakup tiga pilar utama, yakni edukasi kesehatan, pelatihan kemandirian, dan kesejahteraan sosial.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali menghadirkan program inovatif bagi warga lanjut usia (lansia) melalui Sekolah Lansia di Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Makassar.
Program ini merupakan bagian dari hibah Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) 2025 didukung Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Pelaksanaan Sekolah Lansia dimulai sejak September 2025 dan berlangsung beberapa bulan ke depan.
Program ini mencakup tiga pilar utama, yakni edukasi kesehatan, pelatihan kemandirian, dan kesejahteraan sosial.
Kegiatan tersebut melibatkan Komunitas Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif sebagai mitra utama, serta mahasiswa dari Prodi Kimia dan Ilmu Komunikasi UIM Al-Gazali.
Ketua tim pelaksana, Endah Dwijayanti, mengatakan Sekolah Lansia menjadi sarana edukatif bagi para lansia agar tetap sehat, mandiri, dan produktif di usia emas.
“Kami melihat banyak lansia yang masih aktif dan berpotensi, hanya saja belum memiliki wadah untuk berkembang,” katanya, Minggu (3/11/2025).
“Karena itu, sekolah ini kami rancang sebagai tempat belajar, berinteraksi, sekaligus menjaga kesehatan,” tambah dia.
Menurut Endah, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga pada keberlanjutan program.
“Kami juga menyiapkan fasilitas seperti LCD, speaker, dan alat kesehatan agar mitra bisa menjalankan program secara mandiri,” ujarnya.
Salah satu kegiatan penting dilaksanakan pada 12 Oktober 2025 dengan tema Peningkatan Kemandirian Lansia melalui Literasi Teknologi dan Edukasi Kesehatan.
Sekitar 30 lansia mengikuti pelatihan yang diawali dengan pemeriksaan kesehatan, senam lansia, hingga pelatihan penggunaan smartphone untuk mengakses informasi kesehatan.
Anggota tim, Dr Nahdiana, mengatakan program ini juga membuka ruang komunikasi antar generasi.
“Banyak lansia yang merasa terasing karena perubahan sosial. Melalui literasi digital, kami ingin menciptakan kembali ruang dialog antara lansia dan anak muda,” ungkapnya.
Sementara itu, Anggota tim lainnya, Prof Erna Tri Herdiani, mengatakan pendekatan berbasis data digunakan untuk memantau hasil program.
| Klinik Assyifa Pharmacon Dorong Hidup Sehat Lewat Senam Lansia |
|
|---|
| Bandara Madinah Jadi Ruang Ramah Lansia dan Disabilitas |
|
|---|
| 387 JCH Wajo, Termuda 22 Tahun dan Jemaah Tertua 85 Tahun |
|
|---|
| Kronologi Kecelakaan di Bone: Korban Berlari lalu Lompat ke Tengah Jalan, Terseret 8 Meter |
|
|---|
| Cerita Muammar Bakry, Sejarah Pemberian Nama Bupati Pangkep |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/SEKOLAH-LANSIA-Foto-bersama-tim-Pengabdian.jpg)