Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bincang Kampus

Unhas Bentuk Disability Center, Prof JJ: Pendidikan Bukan Hanya untuk yang Berduit

Unhas bentuk disability center. Prof JJ sebut pendidikan harus menjangkau semua, termasuk kaum rentan.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN TIMUR
BINCANG KAMPUS  -  Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, dalam podcast 'Bincang Kampus' di Tribun-Timur.com, Kamis (23/10/2025). Ia membuka disability center sebagai bentuk layanan pendidikan ramah disabilitas. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) menegaskan komitmennya sebagai kampus inklusif dengan membentuk disability center.

Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, menyebut kampus harus menyediakan akses, kesempatan, dan lingkungan setara bagi semua mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas.

“Saya membentuk disability center itu artinya kami komitmen menjangkau mereka yang tidak terdengar, tidak terlihat,” ujar Prof JJ dalam podcast 'Bincang Kampus' di Tribun-Timur.com, Kamis (23/10/2025).

Ia menegaskan, Unhas harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan.

“Alhamdulillah ada sekitar 40 mahasiswa disabilitas di Unhas. Apa benefitnya? Ini adalah nilai Unhas yang saya tidak sebut tadi. Karakter yang dibangun di Unhas adalah kepedulian dan empati,” jelasnya.

Prof JJ menolak anggapan bahwa pendidikan hanya untuk mereka yang mampu secara finansial.

“Pendidikan bukan hanya untuk orang berduit,” tegasnya.

Baca juga: Unhas Dirikan Bank Sendiri, Prof JJ: Pintar Tapi Tak Mampu, Datang Saja!

Disability center Unhas hadir dengan visi membangun lingkungan akademik inklusif menjunjung tinggi keberagaman, aksesibilitas, partisipasi, dan perlakuan non-diskriminatif.

Unhas juga menerapkan perspektif disabilitas dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Termasuk dalam desain arsitektur, infrastruktur, literatur, olahraga, seni, dan budaya.

Kampus juga membangun budaya inklusif dalam layanan akademik dan mengembangkan kebijakan yang menjamin kesetaraan hak bagi seluruh civitas akademika.

Prof JJ mengaku terharu melihat antusiasme mahasiswa menjadi relawan.

“Tahun ini yang melamar volunteer bantu teman-teman disabilitas hampir 500 orang. Ini karakter yang dibangun, bukan hanya pintar, tapi hati,” katanya.

Relawan ini bertugas membantu mahasiswa disabilitas mendapatkan akses setara di kampus.

Kehadiran disability center menjadi bukti Unhas menghadirkan layanan pendidikan inklusif.

Fasilitas dan proses belajar dikemas lebih dekat dengan kebutuhan mahasiswa disabilitas. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved