Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Alasan Jamaah Haji Sidrap Singgah Pakai Baju Mispa di Maros, PPIH Ingatkan Jaga Aurat

Sebanyak 391 jamaah haji asal Kabupaten Sidrap, Sulsel, tiba di Tanah Air, Selasa (2/6/2026). Setelah diterima di Asrama Haji Sudiang

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Edi Sumardi
Alasan Jamaah Haji Sidrap Singgah Pakai Baju Mispa di Maros, PPIH Ingatkan Jaga Aurat - haji-sidrap-1-262026.jpg
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
JAMAAH HAJI - Potret jamaah haji Kloter 2 Debarkasi Makassar asal Kabupaten Sidrap, Sulsel, saat mampir di Masjid Al Markaz Al Islami, Maros, Sulsel, Selasa (2/6/2026). Mereka mampir di masjid tersebut untuk bersolek.
Alasan Jamaah Haji Sidrap Singgah Pakai Baju Mispa di Maros, PPIH Ingatkan Jaga Aurat - jamaah-haji-sidrap-3-262026.jpg
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
JAMAAH HAJI - Potret jamaah haji Kloter 2 Debarkasi Makassar asal Kabupaten Sidrap, Sulsel, saat mampir di Masjid Al Markaz Al Islami, Maros, Sulsel, Selasa (2/6/2026). Mereka mampir di masjid tersebut untuk bersolek.

“Dari data yang ada pada kami, jamaah haji Embarkasi Makassar itu 65 persen adalah perempuan,” katanya kepada Tribun-Timur.com, Ahad atau Minggu (31/5/2026).

Ia mengaku, masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya budaya Bugis-Makassar, memiliki tradisi tersendiri saat menyambut kepulangan dari ibadah haji. 

Salah satu yang kerap terlihat adalah penggunaan busana yang lebih mencolok atau dikenal masyarakat sebagai pakaian bling-bling maupun pakaian Batman.

Menurutnya, tradisi tersebut merupakan bagian dari ekspresi budaya yang telah lama dikenal dan tidak menjadi larangan dari pihak penyelenggara.

“Itu adalah budaya Sulawesi Selatan, budaya orang Bugis-Makassar. Kami tidak melarang. Silakan menampilkan diri dengan ciri khasnya,” uyjarnya.

Namun demikian, Ikbal menegaskan jika kebebasan menampilkan identitas budaya tetap perlu disertai perhatian terhadap ketentuan berpakaian yang sesuai, terutama bagi jamaah perempuan yang baru kembali dari ibadah haji.

“Tetapi ingat bahwa Ibu-ibu pulang dari haji, ada batas-batas aurat yang perlu ditutup," ungkapnya.

"Bolehlah menggunakan pakaian bling-bling atau pakaian Batman, tetapi leher harus ditutup karena itu adalah aurat,” tambah dia.

Pasalnya, kata Kanwil Kemenhaj Sulsel itu, aurat harus tetap terjaga apalagi telah melaksanakan ibadah haji.

"Karena dari leher itu sampai ke bawah itu sudah aurat," jelasnya.(*)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved