Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Alasan Jamaah Haji Sidrap Singgah Pakai Baju Mispa di Maros, PPIH Ingatkan Jaga Aurat

Sebanyak 391 jamaah haji asal Kabupaten Sidrap, Sulsel, tiba di Tanah Air, Selasa (2/6/2026). Setelah diterima di Asrama Haji Sudiang

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Edi Sumardi
Alasan Jamaah Haji Sidrap Singgah Pakai Baju Mispa di Maros, PPIH Ingatkan Jaga Aurat - haji-sidrap-1-262026.jpg
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
JAMAAH HAJI - Potret jamaah haji Kloter 2 Debarkasi Makassar asal Kabupaten Sidrap, Sulsel, saat mampir di Masjid Al Markaz Al Islami, Maros, Sulsel, Selasa (2/6/2026). Mereka mampir di masjid tersebut untuk bersolek.
Alasan Jamaah Haji Sidrap Singgah Pakai Baju Mispa di Maros, PPIH Ingatkan Jaga Aurat - jamaah-haji-sidrap-3-262026.jpg
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
JAMAAH HAJI - Potret jamaah haji Kloter 2 Debarkasi Makassar asal Kabupaten Sidrap, Sulsel, saat mampir di Masjid Al Markaz Al Islami, Maros, Sulsel, Selasa (2/6/2026). Mereka mampir di masjid tersebut untuk bersolek.

Ia membeli berbagai barang seperti cokelat, sajadah, pakaian hingga perhiasan emas Arab untuk keluarga di kampung halaman.

Selama berada di Makkah dan Madinah, ia mengaku banyak memanjatkan doa, terutama untuk kesehatan dan keselamatan.

Ia juga bersyukur karena akhirnya bisa menunaikan rukun Islam kelima setelah menunggu antrean selama 16 tahun.

Biaya perjalanan haji dikumpulkan dari hasil berjualan buah-buahan yang ditabung sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun.

“Tidak tentu menabungnya. Kadang Rp500 ribu, kadang sampai Rp1 juta kalau ada rezeki lebih,” katanya.

Jamaah lainnya, Musdalifah, mengatakan seluruh rombongan memang singgah di Masjid Al-Markaz untuk bersolek sebelum melanjutkan perjalanan ke Sidrap.

Ia mengenakan gamis berwarna cokelat yang dihiasi payet serta mispa khas Bugis yang telah dibawa sejak berangkat dari kampung halaman menuju Tanah Suci.

Musdalifah juga membeli sejumlah oleh-oleh berupa perabotan bernuansa emas seperti cerek, wadah teh, hingga perhiasan emas Arab.

“Salah satu doa yang saya panjatkan semoga menjadi haji yang mabrur,” ucapnya.

Musdalifah mengaku penantian keberangkatannya juga tidak singkat.

Ia baru bisa berangkat ke Tanah Suci setelah menunggu selama 16 tahun.

Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai penjual ikan itu mengatakan biaya haji dikumpulkan dari hasil usaha yang disisihkan sedikit demi sedikit.

"Uang dikumpulkan sedikit-sedikit dari hasil jualan ikan," sebutnya.

Sebelumnya, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar mengingatkan jemaah, khususnya perempuan, agar tetap memperhatikan etika berpakaian.

Ketua PPIH Debarkasi Makassar, Ikbal Ismail, mengatakan mayoritas jemaah haji Embarkasi Makassar tahun ini merupakan perempuan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved