Tenda Arafah Siap, 80 Ribu Jamaah Indonesia Ikuti Skema Murur
kondisi markaz dan tenda di Arafah tahun ini dinilai lebih baik dibanding musim haji sebelumnya.
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Waode Nurmin
Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH — Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), petugas haji Indonesia terus mematangkan berbagai persiapan teknis di lapangan.
Mulai dari kesiapan tenda, kapasitas markaz, hingga skema pergerakan ratusan ribu jemaah kini menjadi fokus utama operasional haji 2026.
Kepala Satuan Operasi (Kasatops) Armuzna, Surnadi mengatakan pihaknya telah berulang kali melakukan peninjauan langsung ke kawasan Arafah untuk memastikan seluruh fasilitas siap digunakan jemaah.
“Kami sudah berkali-kali melakukan perencanaan dan peninjauan medan ke Arafah. Mulai mengecek tenda, sarana-prasarana, bantal, kasur, dan fasilitas lain untuk jemaah,” ujar Surnadi dalam wawancara di Jeddah, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, kondisi markaz dan tenda di Arafah tahun ini dinilai lebih baik dibanding musim haji sebelumnya. Meski demikian, petugas masih terus melakukan penyempurnaan menjelang hari puncak haji.
“Alhamdulillah berbeda dengan tahun lalu, tahun ini markaz yang disiapkan rata-rata sudah bagus. Tinggal penyempurnaan,” katanya.
Petugas Diminta Atur Gelombang Jemaah
Surnadi menegaskan tantangan terbesar saat Armuzna adalah mengatur pergerakan ratusan ribu jemaah Indonesia menuju Arafah dalam waktu yang hampir bersamaan. Karena itu, petugas diminta benar-benar mampu mengelola arus masuk jemaah ke tenda sesuai kloter masing-masing.
“Petugas harus bisa memanage jemaah masuk ke tenda sesuai kloternya. Jangan sampai ada jemaah yang tidak kebagian tenda,” ujarnya.
Untuk mempermudah pengaturan, setiap markaz telah disiapkan data kapasitas tenda lengkap dengan pembagian kloter jemaah. Dalam satu markaz terdapat sekitar delapan hingga sembilan tenda, tergantung ukuran dan kapasitas area.
Ia juga meminta seluruh petugas menjaga koordinasi dan disiplin selama bertugas di Armuzna.
“Kita sudah berkomitmen melayani dan melindungi jemaah haji Indonesia supaya mereka bisa beribadah dengan nyaman, aman, dan sehat,” katanya.
Jemaah Lansia dan Disabilitas Diprioritaskan
Selain pengaturan umum jemaah, perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lansia, disabilitas, dan risiko tinggi (risti). Menurut Surnadi, pemerintah telah menyiapkan petugas khusus untuk mendampingi kelompok prioritas tersebut selama Armuzna berlangsung.
| Rapat Terbatas di Daker Bandara, Gus Irfan Cek Kesiapan Puncak Haji |
|
|---|
| Dari Arafah ke Mina, Ini Tahapan Puncak Pelaksanaan Ibadah Haji |
|
|---|
| Operasi Armuzna 2026 Disiapkan Lebih Ketat, Tim Susmina Akan Sambut Jemaah Murur di Mina |
|
|---|
| PPIH Siapkan Jalur Khusus Murur, Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Tak Perlu Turun di Muzdalifah |
|
|---|
| Tenda Arafah Hampir Rampung, PPIH Pastikan Jemaah Haji Indonesia Siap Hadapi Puncak Armuzna |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kepala-Satuan-Operasi-Kasatops-Armuzna-Surnadi.jpg)