Haji 2026
Hadapi Lonjakan Kedatangan Kloter, Regu 2 Daker Bandara Andalkan Kekompakan dan Kolaborasi
Sebanyak 37 personel dalam Regu 2 dibagi ke sejumlah titik pelayanan strategis untuk mengantisipasi kedatangan kloter secara bersamaan.
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Petugas Daker Bandara PPIH Arab Saudi 2026 memperkuat koordinasi pelayanan jamaah haji di Bandara King Abdul Aziz Jeddah memasuki hari ke-25 kedatangan jamaah Indonesia.
- Sebanyak 37 personel Regu 2 dibagi di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi kedatangan beberapa kloter secara bersamaan agar proses layanan berjalan lancar.
- Ketua Regu 2 Daker Bandara PPIH Arab Saudi 2026, Yusuf Imam Santoso, menyebut tantangan pelayanan di Bandara Jeddah lebih kompleks dibanding Madinah.
Laporan Hasim Arfah
Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH — Memasuki hari ke-25 operasional kedatangan jamaah haji Indonesia di Arab Saudi, petugas Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi 2026 terus memperkuat koordinasi dan pembagian personel guna memastikan pelayanan berjalan lancar di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah.
Ketua Regu 2 Daker Bandara PPIH Arab Saudi 2026, Yusuf Imam Santoso, mengatakan pola pelayanan di Bandara Jeddah memiliki tantangan berbeda dibandingkan di Madinah, terutama karena tingginya lalu lintas penerbangan dan padatnya jamaah dari berbagai negara.
“Evaluasi dari 25 hari kedatangan terakhir, tentunya sangat berbeda antara bandara di Madinah dan Bandara King Abdul Aziz Jeddah,” ujar Yusuf saat ditemui di area layanan kedatangan jamaah Indonesia di Jeddah.
Menurutnya, sebanyak 37 personel dalam Regu 2 dibagi ke sejumlah titik pelayanan strategis untuk mengantisipasi kedatangan beberapa kloter secara bersamaan.
Personel ditempatkan di terminal fast track, gate A dan B, serta terminal D dan E.
Baca juga: Petugas Haji Layani Jemaah Lansia seperti Orangtua Sendiri
“Kami membagi personel untuk mengantisipasi apabila kloter dari Indonesia turun berbarengan seperti yang terjadi kemarin,” katanya.
Pembagian personel tersebut dilakukan agar proses pelayanan jamaah, mulai dari kedatangan, pemeriksaan dokumen, hingga penanganan bagasi dapat berlangsung cepat tanpa menghambat arus perpindahan jamaah menuju bus dan hotel masing-masing.
Yusuf menegaskan, keberhasilan pelayanan haji di bandara sangat ditentukan oleh kekompakan antarpetugas. Karena itu, ia terus mengingatkan seluruh anggota tim untuk menjaga solidaritas dan kesehatan selama bertugas.
“Keberhasilan petugas itu yang pertama adalah kekompakan. Kemudian yang kedua, kita harus saling menjaga kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, para petugas Indonesia juga membawa nama baik bangsa di tengah pelayanan internasional yang melibatkan banyak negara pengirim jamaah haji.
“Di Bandara King Abdul Aziz Jeddah ini bukan cuma jamaah dari Indonesia, tetapi juga dari negara lain. Setidaknya kita membawa nama besar Indonesia untuk memberikan pelayanan yang lebih unggul kepada jamaah Indonesia,” kata Yusuf.
Selain memberikan arahan kepada petugas, Yusuf juga menyampaikan pesan kepada para jamaah haji agar tetap tenang dan mengikuti seluruh arahan petugas selama proses kedatangan di Arab Saudi.
Menurutnya, seluruh alur pelayanan sudah diatur secara terpadu oleh Kementerian Haji Arab Saudi dan PPIH Indonesia, termasuk penanganan koper jamaah.
| Becomzet dan Neuro B untuk Jamaah Demi Kesehatan di Tanah Suci, dr Widarsi: Setiap Saat Kami Cek |
|
|---|
| 387 JCH Sultra Masuk Asrama Haji Sudiang Makassar |
|
|---|
| 2 Saudara Asal Sultra Berangkat Haji Gantikan Orang Tua yang Meninggal Dunia |
|
|---|
| 292 Jamaah Maros Pilih Haji Ifrad, Apa Bedanya dengan Tamattu' dan Qiran? |
|
|---|
| Imigrasi Makassar Pastikan Belum Temukan JCH Nonprosedural di Bandara Hasanuddin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-05-16-Yusuf-Imam-Santoso-bersama-tim-di-di-Bandara.jpg)