Haji 2026
Jemaah Haji Aceh Bangkit dari Bencana, Tetap Berangkat ke Mekah Meski Rumah Hanyut
Syekh Jamal, mengungkapkan, bencana melanda Aceh beberapa waktu lalu berdampak sangat besar
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Ribuan calon jemaah tetap berangkat ke Tanah Suci meski kehilangan rumah, harta benda, hingga dokumen penting akibat banjir
- Koordinator sekaligus Pengendali Jemaah Haji Aceh, Syekh Jamal, mengungkapkan, bencana yang melanda Aceh beberapa waktu lalu berdampak sangat besar terhadap proses persiapan keberangkatan haji
Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKKAH — Semangat jemaah haji asal Aceh untuk menunaikan ibadah haji tahun 2026 menjadi kisah perjuangan yang penuh haru.
Di tengah bencana meteorologi besar yang melanda hampir seluruh wilayah Aceh, ribuan calon jemaah tetap berangkat ke Tanah Suci meski kehilangan rumah, harta benda, hingga dokumen penting akibat banjir.
Koordinator sekaligus Pengendali Jemaah Haji Aceh, Jamaluddin Affan Asyi atau yang akrab disapa Syekh Jamal, mengungkapkan, bencana yang melanda Aceh beberapa waktu lalu berdampak sangat besar terhadap proses persiapan keberangkatan haji.
“Dari 23 kabupaten/kota di Aceh, sebanyak 18 daerah terdampak bencana luar biasa. Banyak rumah dan harta benda jemaah habis total,” kata Syekh Jamal saat diwawancarai di Makkah, Senin (11/5/2026).
Salah satu wilayah yang mengalami dampak terparah adalah Kabupaten Aceh Tamiang. Dari sekitar 150 calon jemaah haji di daerah itu, pada masa pelunasan tahap pertama hanya satu orang yang mampu melunasi biaya haji.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Aceh bersama Kementerian Agama bergerak cepat melakukan “jemput bola” untuk memastikan para jemaah tetap bisa berangkat.
Syekh Jamal mengaku dirinya bersama tim ditugaskan langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh untuk turun ke lapangan membantu proses administrasi, kesehatan, hingga pelunasan biaya haji.
“Kami mendatangi langsung jemaah, membantu relokasi layanan istitha’ah kesehatan, pelunasan di bank, sampai pengurusan dokumen. Semua dilakukan di tengah infrastruktur yang rusak,” ujarnya.
Paspor Hanyut, Pelayanan Jemput Bola
Bencana banjir menyebabkan banyak dokumen penting jemaah hilang. Di Aceh Utara, misalnya, sebanyak 18 paspor dilaporkan hanyut terbawa banjir.
Syekh Jamal mengatakan koordinasi lintas instansi dilakukan secara intensif, mulai dari Imigrasi, Dukcapil, rumah sakit, hingga pemerintah daerah.
“Petugas Imigrasi bahkan turun ke warung kopi yang masih punya akses internet untuk merekap data dan membantu pembuatan paspor,” katanya.
Ia menuturkan, banyak kantor pelayanan publik lumpuh akibat banjir dan kerusakan jaringan komunikasi. Karena itu, pelayanan dipindahkan ke lokasi-lokasi yang masih memiliki akses internet dan listrik.
| 18 Mei, Jamaah Calon Haji Bulukumba Mulai Diberangkatkan |
|
|---|
| Tempe Orek 5 Kg dalam Koper Jamaah Haji Dibongkar Petugas X-Ray Bandara Jeddah |
|
|---|
| WAWANCARA KHUSUS: Orkestrasi KUH untuk Haji 2026, Jaga Layanan Terintegrasi Jemaah Aman dan Nyaman |
|
|---|
| Pastikan Kesuksesan Haji, Irjen Kemenhaj RI Kunjungi Kemenhaj Arab Saudi |
|
|---|
| 214 Jamaah Gorontalo Hanya Transit di Bandara Sultan Hasanuddin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260512-Jamaluddin-Affan-Asyi.jpg)