Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Jumriah Buruh Tani Asal Maros Sulsel Terpilih Ikon Haji 2026

Di usianya yang menginjak 70 tahun, Jumriah membutuhkan waktu 20 tahun menabung demi bisa berangkat haji.

Tayang:
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Renaldi Cahyadi
HAJI 2026 - Jamaah Haji Kloter 14 Embarkasi Makassar, Jumariah, saat melakukan Video Call dengan Tribun Timur, Kamis (7/5/2026). Jumariah jadi ikon haji 2026. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wajah haru tak lepas dari raut Jumariah, jamaah haji Kloter 14 Embarkasi Makassar asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) saat melakukan Video Call dengan Tribun-Timur.com, Kamis (7/5/026).

Perempuan sederhana yang sehari-hari bekerja di sawah dan kebun itu kini menjadi salah satu ikon haji 2026 setelah kisah perjuangannya menarik perhatian banyak orang.

Di sela-sela aktivitasnya di Arab Saudi, Jumariah bercerita tentang perjalanan panjangnya hingga akhirnya bisa menjejakkan kaki di Tanah Suci.

Dengan logat Bugis-Makassar yang khas, ia mengaku tak pernah menyangka bisa berangkat haji tahun ini.

"Alhamdulillah sangat senang pak," katanya sembari tersenyum bahagia.

Wanita berusia 70 tahun itu tak pernah menyangka akan menjadi icon haji 2026.

“Ya ceritanya didatangi orang Arab di rumah sebelum berangkat ke sini (Arab Saudi),” ujarnya.

Baca juga: Di Tengah Persiapan Haji, Jamaah Asal Soppeng Harus Jalani Operasi Amputasi

Ia mengaku sempat bingung karena tamu tersebut berbicara menggunakan bahasa yang tak ia pahami. 

Namun perhatian itu membuatnya merasa bahagia.

“Banyak pertanyaan tapi ndak tahu bahasanya,” ungkapnya.

Di balik senyum sederhana itu, tersimpan perjuangan panjang selama puluhan tahun.

Jumariah mengaku mulai menabung sejak sekitar tahun 2011. 

Dari hasil bekerja di sawah dan menjadi buruh kebun milik orang lain, ia menyisihkan uang sedikit demi sedikit untuk mewujudkan impiannya berhaji.

“Kurang lebih kayaknya 20 tahun (menabung) itu baru bisa, dari 2011,” kata dia.

Ia memiliki sawah sendiri, namun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya haji, Jumariah juga bekerja di kebun orang lain dengan upah yang tidak menentu.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved