Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Di Tengah Persiapan Haji, Jamaah Asal Soppeng Harus Jalani Operasi Amputasi

Jamaah kloter 20 Embarkasi Makassar bernama Nurhayati dirujuk ke RS Tajuddin Makassar akibat komplikasi diabetes.

Tayang:
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Renaldi Cahyadi
HAJI 2026 - Ketua PPIH Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, saat ditemui di Asrama Haji Sudiang Makassar, beberapa waktu lalu. Satu jamaah asal Soppeng tunda keberagkatan ke tanah suci.   

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Satu jamaah calon haji (JCH) Kloter 20 Embarkasi Makassar harus menunda sementara keberangkatannya.

Ia adalah Nurhayati, jamaah asal Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsle).

Jamaah tersebut harus mendapatkan perawatan serius di RS Tajuddin Makassar.

Dimana, jari kaki dari Nurhayati akan di amputasi. 

Sementara itu, kloter 20 sudah diberangkatkan ke Tanah Suci sejak, Selasa (5/5/2026) lalu.

Hal itu diungkap oleh Ketua PPIH Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, saat ditemui di Asrama Haji Sudiang Makassar, Kamis (7/5/2026).

Ia mengatakan, jemaah tersebut bernama Nurhayati, 55 tahun terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Tajuddin karena mengalami komplikasi diabetes.

“Jadi ada jemaah haji dari Kabupaten Soppeng yang sementara ini dirujuk ke rumah sakit atas nama Ibu Nurhayati. Beliau diabetes dan sudah dirujuk ke Rumah Sakit Tajuddin,” katanya.

Baca juga: Jamaah Haji Embarkasi Makassar Didominasi Lansia, PPIH Siapkan Layanan Khusus hingga Ambulans

Berdasarkan informasi dari tim kesehatan, kata Ikbal, Nurhayati dijadwalkan menjalani tindakan amputasi pada bagian jari kaki akibat kondisi penyakit yang dideritanya.

“Dari hasil informasi yang kami dapat dari tim kesehatan, insyaallah hari ini akan diamputasi jari kakinya, jari-jari,” ungkapnya.

Meski demikian, Ikbal mengaku, Nurhayati tetap memiliki kesempatan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini setelah kondisi kesehatannya pulih.

“Insyaallah apabila beliau sudah pulih kembali, akan kami berangkatkan di kloter-kloter berikutnya," ujarnya.

"Kalau pulih dan layak terbang, kami akan berangkatkan,” tambah dia.

Ikbal juga mengungkapkan hingga keberangkatan Kloter 22 Embarkasi Makassar, tercatat terdapat 15 kursi kosong atau open seat akibat sejumlah jemaah batal berangkat karena alasan kesehatan maupun faktor lainnya.

Namun, kursi kosong tersebut dimanfaatkan untuk memberangkatkan kembali jemaah yang sebelumnya tertunda keberangkatannya setelah dinyatakan sehat dan layak terbang.

“Sampai Kloter 22 sudah ada 15 open seat. Tapi ada jemaah-jemaah yang sudah layak terbang kami ikutkan kembali ke kloter-kloter yang open seat itu,” jelasnya.(*)


 
 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved