Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Kisah Nenek Maros Sulsel Jumariah Pilih Makan Telur Ayam dan Daun Ubi Demi Tabung Haji

Sosok Nenek Jumariah mendadak menjadi perhatian jemaah haji Indonesia di Madinah. 

Tayang:
Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/MCH 2026
IKON HAJI 2026- Nenek Jumariah saat wawancara dengan tim MCH di Madinah, Arab Saudi, Rabu (6/5/2026). Ia mendadak menjadi perhatian jemaah haji Indonesia di Madinah setelah jadi ikon “Mekah Route” tahun ini. 

Ringkasan Berita:
  • Jamaah haji asal Maros Sulawesi Selatan Jumariah jadi ikon Haji 2026 
  • Ia menabung selama 20 tahun demi bisa naik haji

 

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH — Sosok Nenek Jumariah mendadak menjadi perhatian jemaah haji Indonesia di Madinah

Perempuan lansia asal Sulawesi Selatan itu disebut-sebut sebagai ikon “Mekah Route” tahun ini setelah kisah perjuangannya menabung selama hampir 20 tahun demi bisa menunaikan ibadah haji menyentuh hati banyak orang.

Di usianya yang telah senja, Nenek Jumariah akhirnya berhasil menginjakkan kaki di Tanah Suci setelah bertahun-tahun bekerja sebagai buruh sawah dan kebun. 

Dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca, ia menceritakan bagaimana setiap hari dirinya berangkat ke sawah sejak pagi membawa bekal air minum setengah liter.

“Kerja sawah, mencangkul. Kalau panen padi saya jual sedikit-sedikit lalu saya simpan,” ujarnya saat ditemui di Madinah.

Uang hasil panen dan upah bekerja di kebun tidak pernah langsung dihabiskan. 

Nenek Jumariah memilih menyisihkan sedikit demi sedikit uangnya, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp200 ribu, lalu menyembunyikannya di dalam ember yang diletakkan di bawah tempat tidur dan ditutup kain agar tidak diketahui orang.

Baca juga: Jamaah Haji Asal Lombok NTB Tahan Tangis saat Mendarat di Bandara Jeddah

“Kalau sudah dapat uang, saya simpan di ember. Tidak pernah saya ambil lagi,” katanya.

Bahkan ketika hidup dalam keterbatasan, ia tetap mempertahankan tabungan hajinya. 

Saat membutuhkan makan, ia memilih memasak daun ubi atau telur ayam seadanya daripada mengambil uang yang sudah diniatkan untuk berangkat ke Tanah Suci.

“Kalau lapar saya masak sayur saja. Yang penting uang haji jangan dipakai,” tuturnya.

Nenek Jumariah mengaku mulai menabung sejak kedua orang tuanya masih hidup. Pesan sang ibu dan ayah menjadi alasan utama dirinya begitu gigih mengumpulkan uang untuk berhaji.

“Orang tua saya bilang, kalau punya uang pergilah ke Tanah Suci karena mereka sudah tidak sempat pergi,” katanya sambil menahan tangis.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved