Haji 2026
Kisah Nenek Maros Sulsel Jumariah Pilih Makan Telur Ayam dan Daun Ubi Demi Tabung Haji
Sosok Nenek Jumariah mendadak menjadi perhatian jemaah haji Indonesia di Madinah.
Ringkasan Berita:
- Jamaah haji asal Maros Sulawesi Selatan Jumariah jadi ikon Haji 2026
- Ia menabung selama 20 tahun demi bisa naik haji
Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH — Sosok Nenek Jumariah mendadak menjadi perhatian jemaah haji Indonesia di Madinah.
Perempuan lansia asal Sulawesi Selatan itu disebut-sebut sebagai ikon “Mekah Route” tahun ini setelah kisah perjuangannya menabung selama hampir 20 tahun demi bisa menunaikan ibadah haji menyentuh hati banyak orang.
Di usianya yang telah senja, Nenek Jumariah akhirnya berhasil menginjakkan kaki di Tanah Suci setelah bertahun-tahun bekerja sebagai buruh sawah dan kebun.
Dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca, ia menceritakan bagaimana setiap hari dirinya berangkat ke sawah sejak pagi membawa bekal air minum setengah liter.
“Kerja sawah, mencangkul. Kalau panen padi saya jual sedikit-sedikit lalu saya simpan,” ujarnya saat ditemui di Madinah.
Uang hasil panen dan upah bekerja di kebun tidak pernah langsung dihabiskan.
Nenek Jumariah memilih menyisihkan sedikit demi sedikit uangnya, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp200 ribu, lalu menyembunyikannya di dalam ember yang diletakkan di bawah tempat tidur dan ditutup kain agar tidak diketahui orang.
Baca juga: Jamaah Haji Asal Lombok NTB Tahan Tangis saat Mendarat di Bandara Jeddah
“Kalau sudah dapat uang, saya simpan di ember. Tidak pernah saya ambil lagi,” katanya.
Bahkan ketika hidup dalam keterbatasan, ia tetap mempertahankan tabungan hajinya.
Saat membutuhkan makan, ia memilih memasak daun ubi atau telur ayam seadanya daripada mengambil uang yang sudah diniatkan untuk berangkat ke Tanah Suci.
“Kalau lapar saya masak sayur saja. Yang penting uang haji jangan dipakai,” tuturnya.
Nenek Jumariah mengaku mulai menabung sejak kedua orang tuanya masih hidup. Pesan sang ibu dan ayah menjadi alasan utama dirinya begitu gigih mengumpulkan uang untuk berhaji.
“Orang tua saya bilang, kalau punya uang pergilah ke Tanah Suci karena mereka sudah tidak sempat pergi,” katanya sambil menahan tangis.
| Jamaah Haji Asal Lombok NTB Tahan Tangis saat Mendarat di Bandara Jeddah |
|
|---|
| Bunga Mawar Sambut Jemaah Haji Lombok pada Awal Gelombang 2 Kedatangan |
|
|---|
| KBIHU Diimbau Tak City Tour ke Luar Makkah Jelang Armuzna |
|
|---|
| Jamaah Haji Kalimantan Barat Tutup Gelombang I di Madinah |
|
|---|
| Jumriah Buruh Tani Asal Maros Sulsel Terpilih Ikon Haji 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260507_ikon-haji-2026_jumariah-ikon-haji-2026.jpg)